Kepsek Pasrah Siswanya Terlibat Pembunuhan Bos Oven

CIKUPA,SNOL Adanya dugaan keterlibatan salah satu pelajar, dalam kasus pembunuhan terhadap bos pabrik oven 10 Maret lalu, segera diklarifikasi pihak sekolah. Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Gema Bangsa Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Jamaludin mengakui jika satu dari empat pelaku pembunuh itu yakni Sujai (19) adalah siswa kelas III di sekolah yang dia pimpin.
“Betul, dia salah satu pelajar di sekolah kami kelas III. Dia siswa kelahiran tahun 1995,” tegasnya usai mencocokkan data identitas dan alamat atas nama pelajar tersebut dengan yang disampaikan polisi.
Jamaludin sendiri sempat kaget mendengar kabar jika salah satu siswanya terlibat kasus pembunuhan. Namun, ia pun mengakui belum ada pemberitahuan resmi dari pihak kepolisian. Pihak sekolah kini menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. “Kami pasrah saja. Kami mengikuti saja proses hukum yang sedang berjalan,” imbuhnya.
Sementara hasil pemeriksaan terhadap empat pelaku pembunuhan tersebut, terungkap bahwa usai membunuh Li Kang, Warga Negara (WN) China yang menjabat sebagai Production Manager di pabrik oven PT Lin Chen China (LCC) di di Jalan Raya Serang, KM 29, Kampung Ilat, RT.01/03 Desa Gembong Kecamatan Balaraja, para pelaku juga berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp25 juta dari dalam pabrik.
Uang gaji karyawan yang disimpan di dalam laci di lantai dua pabrik tersebut kemudian dibagi-bagi oleh keempatnya. Hingga akhirnya, jejak para pelaku terdeteksi dan polisi meringkus mereka.
Keempat pelaku masing-masing adalah, Aman Bin Jumanta (30), Sujai (19) dan Kardi, tercatat sebagai warga Kampung Ampel RT.02/06 Desa Gembong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang. Sedangkan Miftahudin (27), warga Kampung Dangdeur Desa Dangdeur Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang.
Kanit Reskrim Polsek Balaraja, Iptu Hitler Napitupulu mengatakan, hasil pembagian terbesar diperoleh Aman Bin Jumanta dan Kardi. Sedangkan Miftahudin dan Sujai mendapat bagian masing-masing Rp5 juta.
Pada awalnya, pelaku masuk ke pabrik tersebut berencana mencuri kabel listrik. Namun, aksi mereka dipergoki oleh Li Kang. Hingga duel pun terjadi. Li Kang akhirnya tewas bersimbah darah. Pelaku kemudian menggeledah ruangan kantor di pabrik tersebut. Hingga ditemukanlah uang gaji karyawan sebesar Rp25 juta di dalam laci. Uang itupun kemudian dibagi-bagi oleh pelaku.
Seperti telah diberitakan, WN China bernama Li Kang ditemukan tewas bersimbah darah dengan muka nyaris tak dapat dikenali di pabrik oven PT Lin Chen China, tempatnya bekerja di Jalan Raya Serang Km 29, Desa Gembong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang. Di tubuh manajer produksi pabrik itu terdapat banyak luka.
Jasad Li Kang pertama kali ditemukan oleh Yuliana, karyawan perusahaan itu sekitar pukul 08.00 WIB saat membuka pintu pabrik. Yuliana melaporkan kejadian itu ke pihak keamanan pabrik dan diteruskan ke polisi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Siswo Yuwono menyatakan terdapat luka tusukan didagu dan muka yang hampir merusak muka korban akibat pukulan benda tumpul.
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Irfing Jaya, mengungkapkan Li Kang menjadi korban pembunuhan. “Hasil pemeriksaan kami, WNA asal China positif dibunuh,” ujar Irfing. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.