Wawan Debat Amir Hamzah

Soal Asal Usul Uang 1 Miliar untuk Akil Mokhtar
JAKARTA,SNOL Debat panas me­warnai sidang pemeriksaan saksi ka­sus dugaan suap penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak dan Pemilihan Gubernur Banten dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan, Kamis (27/3). Amir Hamzah, calon Bupati Lebak saling berbantahan dengan penasehat hu­kum terdakwa karena mengelak peran­nya mencari uang suap 1 miliar yang diberikan kepada Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi waktu itu.
Jaksa Penuntut Umum menghadirkan tiga saksi dalam pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. Ketiganya yakni Amir Hamzah, Kas­min dan Deni Saputra. Amir Hamzah dan Kasmin merupakan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Lebak yang diusung Partai Golkar. Sedangkan Deni Saputra merupakan pengawal sekaligus tim sukses Amir-Kasmin.
Sidang yang sebelumnya dijadwalkan pukul 09.00 Wib baru digelar pukul 13.00 Wib. Kuasa hukum Wawan datang terlebih dahulu pukul 11.40 Wib. Setengah jam kemudian disusul kedatangan Wawan yang kembali mengenakan batik. Dia langsung menuju ruangan sementara sebelum menjalani sidang. Terlihat para kerabat dan keluarga menjen­guk memberikan dukungan.
Pukul 13.00 Wib sidang dim­ulai. Ketua majelis hakim me­nanyakan kesehatan terdakwa. “Apakah Saudara terdakwa se­hat?,” tanya Matheus Samiaji. Wawan menjawab sehat dan siap untuk dilanjutkan.
Matheus mengatakan dia punya kepentingan soal kes­ehatan terdakwa agar per­sidangan dapat berjalan lan­car. Dikatakan lagi, terdakwa sudah menjalani checkup.
Setelah siap mengikuti sidang, hakim langsung meminta JPU memanggil ketiga saksi yang hadir dan Wawan langsung menuju kursi disamping pe­nasehat hukumnya. JPU mem­inta majelis hakim memeriksa ketiga saksi secara bersamaan. Namun permohonan JPU di­tanggapi keberatan dan ditolak oleh kuasa hukum Wawan.
Dalam kesaksiannya, Amir menyebut Wawan memban­tunya menyediakan uang Rp 1 miliar. Uang ini disiapkan untuk mantan Ketua MK Akil Mochtar dalam pengurusan sengketa Pilkada Lebak.
“Saya tahu dari Bu Susi, ka­tanya Pak Wawan mau bantu,” kata Amir. Susi Tur adalah pe­nasihat hukum Wawan dalam menghadapi persidangan sen­gketa Pilkada di Lebak di MK. Amir menjelaskan, Susi Tur yang awalnya menyampaikan ada permintaan uang dari Akil Mochtar. “Ibu Susi bilang siap­kan uang, kalau tidak pihak la­wan masuk ke MK kemudian kalah,” sambungnya. Karena tidak memiliki uang, Amir menolak permintaan tersebut. Namun Susi membujuk man­tan Wakil Bupati Lebak ini agar mencari bantuan dana.
“Tadinya (minta disiapkan) Rp1 miliar, kemudian berubah jadi Rp 3 miliar, akhirnya Rp 2 miliar,” paparnya. Amir juga mengaku pernah diundang Wawan datang ke Ritz Carlton, Jakarta. Selatan bersama Kas­min, pasangannya di Pilkada Lebak. Di situ Wawan ber­tanya soal kekalahan pasangan yang diusung Golkar.
“Waktu itu masih basa basi, Pak Wawan nanya Kamin ke­napa Lebak kalah? Pak Kasmin jawab karena mereka partai ban­yak duitnya banyak,” ujarnya. Pembahasan penyiapan duit menurut Amir dikomunikasikan Wawan dengan Susi Tur.
“Pak Wawan pernah ke­temu Pak Akil, membicarakan masalah Lebak tapi tidak menye­butkan angka karena Pak Akil segan dengan Pak Wawan kar­ena hubungan baik,” kata Amir.
Menanggapi kesaksian Amir, terdakwa mengajukan kebera­tannya. Dalam penjabarannya, Wawan mengaku pernah men­emui mantan Ketua MK Akil Mochtar. Menurutnya, saat itu Akil memang menyinggung soal Pilkada Lebak, Banten.
“Saya diundang Pak Akil dan saya tidak memahami undan­gan tersebut. Memang Pak Akil pernah menyampaikan per­soalan Lebak, tapi saya tidak menanggapinya yang mulia,” kata Wawan. Selanjutnya dia mengaku keberatan terhadap keterangan saksi Amir Hamzah mengenai pertemuan di Ritz Carlton pada 29 September 2013. Adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu men­gaku mengundang Amir untuk bertemu namun bukan untuk membahas Pilkada Lebak.
“Maksud saya mengundang saksi untuk meminta saksi memperkenalkan Susi (Susi Tur Andayani) dan saya ingin memita Susi menjadi pengac­ara untuk (sengketa Pilkada)Serang. Bukan bicara soal Leb­ak” sambung Wawan. Pada pertemuan itu, Wawan berkelit tidak langsung menanyakan persoalan hasil Pilkada dimana pasangan Amir-Kasmin kalah.
“Tapi saksi menyampai­kan saksi bersepakat dengan Susi memberi Pak Akil Rp 1 miliar. Saya meresponsnya pantes Pak Akil menyinggung persoalan Lebak,” ujarnya.
Selain itu, Wawan juga me­nyatakan keberatan dengan kesaksian Amir Hamzah yang menyebutnya sebagai pihak yang menawarkan bantuan Rp 1 miliar untuk diberikan kepada Akil Mochtar. Pria yang juga Ketua Kadin Banten itu me­nampik menawarkan bantuan untuk Amir. Wawan lalu mem­bacakan berita acara pemerik­saan (BAP) nomor 119 milik Amir saat diperiksa KPK.
“Tanggal 30 September 2013 jam 22.55, saudara melaku­kan komunikasi dengan saya. Apakah benar saudara sepakat dengan Susi untuk memberi­kan uang Rp 1 miliar ke Akil. Itu yang saudara sampaikan pada saya,” tanya Wawan saat diberikan kesempatan un­tuk menanggapi keterangan Amir. Pertanyaan sekaligus pernyataan Wawan ini diban­tah Amir. Ia masih keukeuh menyebut Susi yang mend­esaknya menyuap Akil.
“Saya tidak sepakat. Saya kan menolak. Susi selalu minta uang tapi saya tolak. Tidak sepakat,” jawab Amir. Jawaban Amir ini membuat Wawan tampak gerah. Ia terus mencecar mantan Wakil Bupati Lebak itu.
“Apa saudara pernah cabut BAP 11 tersebut? Di BAP sau­dara bilang 30 September, sau­dara Wawan telepon pada saya saat itu. Saya sampaikan pada Wawan, bahwa terkait pemilu di MK saya dan saudara Susi sepakat untuk berikan uang 1 miliar pada saudara Akil Mochtar. Itu di BAP 119.
BAP saudara. Apa saudara mencabutnya? cecar Wawan. Namun tetap dibantah oleh Amir. “Saya tidak pernah sepakat,” te­gasnya. “Jadi BAP Anda tidak benar?” Wawan menimpali.
“Yang mana ya pak?” dijawab Amir. Jawabannya ini langsung mendapat sorakan kesal dari pengunjung sidang yang meru­pakan kerabat Wawan.
Melihat keduanya cukup keras saling membantah, Ma­jelis Hakim yang diketuai Ma­thius Samiaji meminta jaksa untuk memutar rekaman sada­pan telepon keduanya pada 30 September 2013 lalu.
Dari rekaman itu, terbukti Amir memang menyebut sudah sepakat memberikan Akil Rp 1 miliar dan akan melaporkan rencana itu pada Ratu Atut. Dalam telepon, ia terdengar tengah meminta pendapat Wawan terkait jum­lah penawaran dengan Akil tersebut. Sidang pemanggilan saksi akan dilanjutkan 3 April mendatang. (mg17/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.