LSI: 10,6 Persen Pemilih Belum Tentukan Pilihan

JAKARTA,SNOL Hanya ada 10 partai politik (parpol) yang diprediksi bisa mengirimkan para wakilnya ke Senayan.
Prediksi ini mengacu hasil survei elektabilitas parpol yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sepanjang 22-26 Maret 2014 dengan 1.200 responden di 33 provinsi. Di mana, PBB hanya meraih dukungan 0,9% dan PKPI 0,5%. Kedua parpol ini dinilai sulit menembus Parlementary Treshold (3,5%).
Menurut Adjie Alfaraby, Tim riset LSI, PPP dan PAN dalam survei ini juga meraih dukungan di bawah 3,5%, masing-masing 3,4%) dan 3,0%. Namun, keduanya diyakini mampu melewati PT karena masih ada 10,6% pemilih yang belum menentukan pilihan.
Dikatakan, dukungan suara yang diraih partai dalam survei ini masih bisa berubah. LSI mencatat ada empat variabel yang bisa membuat suara berubah.
“Pertama, masih terdapat 10,6 % pemilih belum menentukan pilihan,” kata Adjie saat merilis survei bertajuk “Kampanye Negatif dan Prediksi Hasil Pileg 2014,” di Kantor LSI Jakarta Timur, Rabu (2/4).
Kedua, masih tersisa waktu bagi parpol untuk merebut simpati dan dukungan dibandingkan dengan tanggal terakhir survei dilakukan. Ketiga, jumlah golongan putih pendukung masing-masing parpol sulit diprediksi dan bisa berubah.
Keempat, kampanye negatif terhadap partai atau kandidat capres amshi terus dilakukan. Bisa saja ada skandal baru yang terbuka di sisa hari pemilihan.
“Keempat faktor di atas bisa merubah dukungan masing-masing parpol. Partai yang mampu bertahan adalah partai yang mampu dengan baik mengelola sisa waktu kampanye untuk merebut dukungan pemilih mengambang, meminimalisir golput, dan menahan laju kampanye negatif,” tandasnya. (fat/jpnn)
Berikut hasil survei yang dirilis LSI:
Partai Golkar: 21,9 persen
PDIP: 21,1 persen
Gerindra: 11,1 persen
Demokrat: 7,6 persen
PKB: 5,9 persen
PKS: 5,2 persen
Hanura: 4,5 persen
NasDem: 4,3 persen
PPP: 3,4 persen
PAN: 3,0 persen
PBB: 0,9 persen
PKPI: 0,5 persen
Belum memutuskan: 10,6 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.