Ruas Baru Dibangun di Tol Rawan Banjir

TANGERANG,SN— Rencana pembangunan ruas baru tol Tangerang-Merak di Km 57 sampai Km 59 akan segera dilaksanakan. PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola tol tersebut telah menyelesaikan desainnya dan tinggal menunggu pengesahan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Sekedar diketahui, Km 57- 59 Tol Tangerang – Merak merupakan kawasan yang terendam Banjir Bulan Januari 2013 lalu. Banjir terjadi akibat meluapnya air di Bendungan Pamarayan dan sungai Ciujung. Ketinggian banjir yang merendam jalan tol kala itu hingga mencapai 80 centimeter.

Direktur Operasi dan Teknik PT MMS Sunarto Sastrowiyoto mengatakan, pembangunan ruas baru tol tersebut berada tepat di samping jalan tol yang terendam banjir di wilayah Ciujung. “Desainnya saat ini sedang dalam proses persetujuan BPJT. Kalau dari kami sudah selesai 95%. Adapun yang belum itu izinnya saja. Sebab, ruas tol harus sesuai dengan desain yang ditetapkan pemerintah,” ujar Sunarto.

Meski begitu, pihaknya optimis desain tersebut akan disetujui BPJT, dan pihaknya memperkirakan tahun 2015 sudah bisa dikerjakan. “Tahun depan sepertinya sudah bisa dibangun,” ujarnya.

Ruas tol yang akan dibangun itu meniru desain tol Sediyatmo yang menjadi akses utama ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Jakarta. “Kita tiru karena masalahnya sama soal banjir. Tanahnya juga sama bekas rawa, sehingga endapan air diatasnya bisa membenamkan jalan. Makanya akan dibangun tiang pancang sedalam 30 meteran, ” katanya.

Ruas tol baru nanti akan dibangun sepanjang 2,5 Km dengan ketinggian 2,7 meter serta lebar 10,2 meter untuk masing-masing ruas dengan dua lajur masing-masing satu arah. “Kita juga bangun tol itu dengan maksud agar tidak membendung air jika akan kembali banjir. Jadi air akan tetap merendam ruas tol yang banjir saat ini, sedangkan pengendara melintasi jalan yang akan dibangun itu,” terangnya.

Pembangunan tol elevated dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar itu bersumber dari dana pinjaman dan dana PT MMS sendiri. “Sebab yang namanya industri jalan tentu harus untung ya,” katanya.

Direktur Keuangan PT MMS Halim Wahjana, menambahkan, saat ini jumlah pengguna jalan tol Tangerang-Merak perharinya mencapai rata-rata 108.000. Sedangkan capaian pendapatannya perbulan mencapai Rp1,9 miliar sampai Rp2 miliar. Selain membangun ruas tol untuk terbebas dari banjir, PT MMS juga sedang melebarkan ruas Cikupa-Balaraja dari dua lajur menjadi tiga lajur. Sedangkan lajur bahunya sengaja dipersiapkan kelebarannya sama dengan lajur satu dan dua serta tiga yakni 3,6 meter. Kalau biasanya lajur bahu cukup 2,5 meter. Kini lajur bahu dibangun sama dengan lajur satu, dua dan tiga. (jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.