Galian Pasir Ditutup Paksa

LEBAK,SNOL– Galian pasir milik CV Inten Jaya Pasir di Jalan Raya Gunung Anten Kampung Pasir Muncang Desa Inten Jaya Kecamatan Cimarga, ditutup paksa oleh aparat Satpol PP Kabupaten Lebak, Kamis (3/4). Penutupan itu diduga karena hingga kini penambangan tersebut belum memiliki izin, padahal sudah beroperasi sejak tahun 2010 lalu.

“Terpaksa kami tutup galian pasir ini karena melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pertambangan, Perda Nomor 5 Tahun 2006 tentang Izin Usaha dan Perda Nomor 17 Tahun 2006 tentang K3 (Ketertiban Keindahan dan Kebersihan-red),” kata Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Lebak, Johan Rifai, disela penutupan galian pasir seluas 5 hektar itu.

Sebelumnya, aparat Satpol PP sudah memberikan surat teguran kepada pemilik perusahaan galian pasir itu namun tidak dihiraukan. “Penutupan galian pasir ini akan kita cabut jika pemiliknya menempuh proses perizinan,” ujar Johan.

Guna mengawasi agar plang penutupan tersebut tidak dibongkar oleh pemilik galian, Satpol PP akan datang ke lokasi setiap tiga hari sekali. “Kalau larangan kami ini tidak digubris, kami akan pidanakan,” papar Johan.

Saat disinggung upaya untuk meminimalisir kasus serupa pada masa yang akan datang, Kasi Penegakan Perda Satpol PP Lebak Muhammad Syafei, akan terus mensosialisasikan Perda tentang Pertambangan, Perda tentang Izin Usaha dan Perda K3. “Ke depan kami tidak segan-segan untuk mempidanakan para pengusaha galian yang membandel,” ancamnya.

Sementara, pemilik CV Inten Jaya Pasir, Sudir, mengaku dirinya hanya meneruskan perusahaan galian tersebut yang awalnya dimiliki oleh Udi (42), salah satu warga setempat. “CV Inten Jaya ini sudah ada IPR (Izin Pertambangan Rakyat-red)-nya juga yang dikeluarkan tahun 2013 lalu. Saya juga sudah mengajukan IUP (izin usaha pertambangan-red) sekitar empat bulan lalu ke BPMPPT (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu-red) Kabupaten Lebak, namun hingga saat ini  belum terbit. Padahal, saya sudah mengeluarkan uang sekitar Rp62 juta melalui Pak Iwan (orang kepercayaan Sudir-red) untuk diberikan ke Pak Yani dan Pak Sendi (pegawai BPMPPT Lebak-red), untuk mengurus perizinan tersebut,” papar Sudir, seraya mengakui ia pasrah usaha galiannya ditutup paksa oleh Satpol PP.

Kepala BPMPPT Kabupaten Lebak Hari Setiono hingga Kamis (3/4) sore belum bisa dimintai keterangan. Berkali-kali ponselnya dihubungi selalu dalam keadaan tidak aktif. Hari juga tak membalas layanan pesan singkat yang dikirimkan wartawan. Saat didatangi ke kantornya, Hari juga tidak ada di tempat.

“Bapak (Hari Setiono-red) barusan ke luar untuk urusan dinas. Begini aja besok (hari ini-red) Mas (menyebut wartawan-red) dating lagi aja ke sini (kantor BPMPPT Lebak-red),” ujar salah satu staf di BPMPPT Lebak. (ahmadi/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.