Isu Transfer Uang Rp1,2 M ke Rano Ancam Citra PDIP

JAKARTA,SNOL Elektabilitas PDI P dapat melorot bila pengakuan staf keuangan di PT Bali Pasific Pragama perusahaan milik Tubagus Chaeri Wardana, Yayah Rodiah, tentang transfer uang sekitar Rp 1,2 miliar kepada Wagub Banten yang juga kader PDIP, Rano Karno, adalah benar.
“Jadi sekarang tergantung media massa. Kalau media konsisten beritakan dugaan korupsi Rano Karno terus menerus, elektoral PDIP bisa menurun,” tegas Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, kepada wartawan usai memaparkan hasil survei di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Jumat (4/4).
Menurut Burhan, isu korupsi di Indonesia selalu mendapat sorotan publik. Tingginya perhatian publik tersebut juga langsung berimplikasi pada penurunan dukungan politik untuk pihak yang terlibat.
“Isu korupsi itu seksi dan punya efek elektoral yang tinggi,” kata Burhan
Burhan mengambil contoh saat Partai Demokrat digempur oleh pemberitaan sejumlah elite partai yang tersandung korupsi selama bertahun-tahun. Dalam waktu sekejap, Demokrat terus dipersepsikan publik sebagai partai politik paling korup.
“Sekarang banyak parpol yang tidak menjadikan isu pemberantasan korupsi sebagai tagline utama. Parpol tidak bisa menjamin kadernya bersih dari korupsi. Sekalinya korupsi, punishment publik sangat berpengaruh, seperti kasus Demokrat,” kata Burhan.
Dalam persidangan kasus dugaan suap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak dengan terdakwa Wawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis kemarin (3/4), Yayah mengaku pernah mentransfer uang sekitar Rp 1,2 miliar kepada Rano. Transfer uang itu dilakukan sekitar November 2011.
Namun, Yayah mengaku tidak tahu berkaitan dengan hal apa uang Rp 1,2 miliar itu ditransfer kepada Rano. Yayah yang juga menjadi bendahara pribadi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu mengaku dipercaya Atut dan Wawan untuk memegang uang perusahaan.(ald/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.