Ketua NU Banten Dituntut Mundur

SERANG,SNOL– Ratusan masa Aliansi Warga Nahdliyin (AWAN) Banten, menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (3/4).  Mereka menuntut Ketua Tanfidz Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Banten Zaenal Muttaqin, mundur dari jabatannya.Aksi dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dengan longmarch dari Taman Makam Pahlawan Ciceri menuju kantor PWNU Banten, di Jalan Raya Jakarta Kemang Kota Serang. Massa mengenakan baju koko dan kain sarung. Sambil membawa spanduk dan poster, masa menuntut Zaenal Muttaqin agar mundur dari posisinya sebagai Ketua NU Banten. “Turunkan Zainal Muttaqin,” teriak massa sambil longmarch.

Aksi ini sempat menyita perhatian pengguna jalan raya. Zaenal yang juga menjabat Kepala Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKD) Banten dianggap telah menciderai citra NU karena diketahui tertangkap aparat saat mengunjungi tempat hiburan malam di Jambi pada 1 Maret 2014 lalu.

 “Zaenal Muttaqin harus turun dari jabatan Ketua PWNU. Tidak sepantasnya Zaenal mengunjungi tempat hiburan malam. Apalagi kunjungan ke Jambi merupakan kepentingan dinas,” teriak massa dengan suara lantang.

Masa menuntut ketegasan PWNU untuk segera melengserkan Zaenal dari kursi kepemimpinannya, demi tertibnya keberlangsungan organisasi, serta menghindari stigma negatif.

Usai longmarch, perwakilan  masa sebanyak tujuh orang melakukan dialog dengan pengurus PWNU Banten. Mereka diterima di aula Kantor PWNU. Mereka menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi organisasi NU dan warga Nahdliyin yang telah dinodai citranya oleh Zainal Muttaqin.

Jaenal Abidin, Litbang Jamiatul Quro, perwakilan salah satu masa aksi menuturkan bahwa metode yang ditempuh Dewan Tanfidiyah PWNU Banten terlalu kaku menyikapi Zainal Muttaqin. “Kami menuntut agar Ketua PWNU mundur dari jabatannya,” ungkapnya dalam pertemuan siang kemarin.

Menyikapi desakan itu, Sekretaris Tanfidz PWNU Banten Endad Musadad mengatakan, pihaknya sudah melakukan tabayun (klarifikasi-red) kepada Zainal Muttaqin. Hasil sekitar tiga kali tabayun tersebut menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak terbukti melakukan tindakan maksiat. “Hasil sudah dikirim ke PBNU. Ya, beliau sedang naas saja. Sedang jalan-jalan dengan rekannya, ternyata tertangkap operasi penyakit masyarakat. Sebelum berangkat ke Jambi, Zaenal Muttaqin juga sempat ke kantor PWNU,” ujarnya.

PWNU Banten sendiri, tidak akan mencopot Zainal Muttaqin dari jabatannya. “Dalam organsiasi kan ada mekanismenya, tidak langsung mencopot begitu,” tegas Endad.

Seperti diketahui, pada 1 Maret lalu Zaenal Muttaqin terjaring razia tengah berkaraoke bersama Sekertaris DPPKD Banten Toton Suryawinata dan dua Wanita honorer Pemda Banten, saat Aparat Kepolisian Daerah Jambi melakukan razia penyakit masyarakat (pekat). Terlepas dari adanya penggunaan narkoba atau tidak, kejadian tertangkap tangannya Ketua PWNU, di lokasi tempat hiburan dan panti pijat telah merusak wajah NU di Indonesia, khususnya di Banten.

Sebelumnya, tuntutan juga dilayangkan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, yang mendesak Ketua PWNU Banten Zainal Muttaqin yang juga Ketua Harian Lembaga Pembinaan TilawatiI Qur’an (LPTQ) mengundurkan diri dari jabatannya.

“Kami secara organisasi sangat merasa prihatin. Ini sangat memalukan. Kami minta jajaran Syuriah NU di Banten mengambil tindakan tegas. Secara moral ya harus mundur. Tidak perlu menunggu PDPRT (Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga-red) NU,” tegas Ketua GP Ansor Banten, Ahmad Imron. “Kejadian Ketua NU masuk ke tempat hiburan, sangat memalukan. Ini baru pertama dalam sejarah NU di Indonesia,” ujarnya seraya menyarankan agar pimpinan NU harus dikembalikan kepada alim ulama.

Tokoh muda NU Banten Amas Tadjudin enggan menanggapi hal tersebut. Ketika dimintai komentarnya, ia meminta wartawan agar mengkonfirmasi ke Rois Syuriah. “Saya kira jangan bawa-bawa NU, karena kedatangan beliau (Zaenal Muttaqin-red) ke Jambi kan kapasitasnya sebagai kepala DPKAD,” jelasnya beberapa waktu lalu.  Amas juga mengaku, terkait ini pengurus NU Banten sudah melakukan pembicaraan. “Hubungi pak Endad Musadad (Sekretaris Umum PWNU Banten,red) saja,” pintanya.

Selain itu, pihak PWNU sudah melakukan klarifikasi kepada PBNU. Saat Satelit News mencoba menghubungi Zaenal Muttaqin untuk konfirmasi terkait tuntutan AWAN , namun  semua nomor sulit dihubungi.  (mg-11/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.