Peserta BPJS Dipinta Uang Tebusan Obat

LEBAK,SNOL– Sejumlah pasien peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan mengaku dipinta sejumlah uang oleh pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Adjidarmo Rangkasbitung, ketika akan mengambil obat di RS tersebut. Permintaan uang itu bervariasi anatara Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung obat yang diberikan.

“Isteri saya Nyi Kartika (33) dua minggu lalu dirawat di RSUD dr Adjidarmo karena mengalami radang usus selama 4 hari. Selama 4 hari itu juga saya harus harus menebus obat di apotik RSUD antara Rp400 hingga Rp500 ribu. Padahal, yang saya tahu jika kita peserta BPJS maka digratiskan. Saya juga tidak mengerti dan tidak habis pikir,” kata suami Nyi Kartika, Endang Suherman (43), Kamis (3/4).

Meski warga Kampung Pasir Sukarayat Kelurahan Muara Ciujung (MC) Timur Kecamatan Rangkasbitung tersebut tergolong warga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, namun Endang terpaksa menebus obat itu dengan menjual barang-barang elektroniknya di rumah seperti televisi (TV), kulkas, kipas angin, radio dan lain-lain. “Pekerjaan saya sehari-hari kan hanya sopir tembak (tidak tetap-red) angkum (angkutan umum-red) dengan penghasilan kurang dari Rp50 ribu. Saya terpaksa bersusah payah membayar obat itu agar istri saya sembuh,” tukasnya.

Selang 4 hari dirawat kondisi Nyi Kartika tidak kunjung sembuh, Endang akhirnya memutuskan untuk membawa isterinya ke rumah. “Soalnya saya sudah tidak kuat lagi membayar obat,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Muhammad Usuf (41), warga Kecamatan Rangkasbitung lainnya. Lantaran tak sanggup membayar obat, ia terpaksa mendatangi BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Lebak yang beralamat di Jalan Raya Patih Derus Kecamatan Rangkasbitung. “Saya harus kemana lagi mengadunya,” ujar Usuf tanpa menyebut nominal penebusan obat dan penyakit yang dideritanya.

Ditemi di ruang kerjanya, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Lebak Sri Wahyuni menyatakan, semua pasien yang masuk BPJS, gratis ketika ia masuk RSUD maupun Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau instansi kesehatan yang sudah bekerjasama dengan BPJS meskipun di instansi kesehatan tersebut tak tersedia obat. “Tadi (kemarin-red) juga saya mendapat keluhan seperti itu (pasien nebus obat di RSUD dr Adjidarmo-red). Ini memang pertama kalinya terjadi,” papar Sri.

Untuk menindaklanjuti laporan warga, pihaknya akan mengklarifikasi langsung dengan mendatangi pihak manajemen RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung. “Insya Allah besok (hari ini-red), kami akan bertemu dengan para pegawai dan pimpinan RSUD dr Adjidarmo,” tukasnya.

Apakah tim medis yang meminta tebusan obat kepada pasien peserta BPJS bisa dipidanakan ? Sri enggan berkomentar banyak.  “Pokoknya kita akan lihat dulu persoalannya seperti apa,” ujarnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Humas RSUD dr Adjidarmo Budi Kuswandi tak mengetahui secara detail persoalan tersebut. Ia meminta wartawan untuk mengkonfirmasi langsung ke bagian tim medis yang menangani langsung BPJS. “Silahkan konfirmasi ke Bu dr Nanci,” pintanya.

Saat ditemui ke ruangan kerjanya, dr Nanci tidak ada di tempat. “Ibu (dr Nanci-red) sudah pulang duluan tadi (kemarin-red) karena sakit. Besok (hari ini-red) lagi aja datang ke sini (RSUD dr Adjidarmo-red),” papar salah satu staf RSUD dr Adjidarmo. (ahmadi/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.