Warga 3 Desa Kepung Camat Kaduhejo

Tunjuk Pjs Kades Sepihak

PANDEGLANG,SNOL— Kamis (3/4) sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, halaman kantor Kecamatan Kaduhejo dipenuhi ratusan warga dari tiga desa se-Kecamatan Kaduhejo. Tiga Desa itu antara lain, Desa Palurahan, Sukasari dan Kadugemblo.

Warga mendesak agar Camat Kaduhejo Abdjah, tidak mengambil keputusan sepihak dalam menetapkan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) di tiga desa tersebut. Pendemo yang terdiri dari pemuda, pemudi, bapak-bapak dan kaum ibu itu, selain melakukan orasi, juga mengacung-acungkan poster berisi tuntutan. Serta mengancam akan menduduki kantor Kecamatan jika aspirasi mereka tidak ditanggapi oleh Camat setempat.

Salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Palurahan yang juga koordinator aksi, Didi Adi Patra mengatakan, masing-masing desa sudah mengusulkan nama-nama calon Pjs Kades ke Camat. Namun kenyataannya, yang akan dilantik sebagai Pjs Kades bukan hasil usulan masyarakat melalui pleno di kantor desa.

“Itu artinya, hasil musyawarah dan pleno BPD beserta aparat desa masing-masing tidak ada gunanya. Padahal, kami menggelar rapat di kantor desa juga atas petunjuk dan arahan Pak Camat. Tapi hasilnya apa?” kata Didi, Kamis (3/4).

Masyarakat juga sudah sepakat jika memang keinginannya tidak dipenuhi oleh Camat, warga akan memilih tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau tidak menggunakan hak pilihnya di Pemilu 9 April mendatang.

Aspirasi masyarakat soal penetapan Pjs Kades, disampaikan melalui BPD. Kemudian, BPD juga menjalankan tahapan-tahapan sesuai prosedur, sampai akhirnya mengambil keputusan melalui vooting. “Hasil pleno dan musyawarah votting di kantor desa sekitar tanggal 9 Maret lalu, terpilih Ust Mukri Hariri sebagai calon Pjs Kades yang diusulkan ke kecamatan.

“Tapi kami dapat informasi bahwa yang akan dilantik pada Jum’at (4/4) hari ini, ternyata bukan Ust Mukri, tapi orang lain yaitu Wisnu, staf kecamatan,” tambahnya kecewa.

Camat juga terlalu melampaui kewenangannya dalam penetapan Pjs Kades itu. Oleh karena itu masyarakat terpaksa datang ke kantor kecamatan untuk meminta kepastian dan mendesak agar Camat mengubah keputusan yang sudah diambilnya secara sepihak.

Dari informasi yang dihimpun, untuk Pjs Kades Kadugemblo Mamat tapi yang akan dilantik juga lain lagi. Begitu juga dengan Pjs usulan dari Desa Sukasari, yang diusulkan adalah Wawan, tapi yang akan dilantik juga orang lain, “Ini ada apa?” tandasnya.

Camat juga diminta untuk tidak lempar batu sembunyi tangan, atau melimpahkan persoalan itu ke kabupaten, karena apa yang terjadi sampai masyarakat datang ke kantor kecamatan itu bermula dari adanya keputusan Camat yang tidak sesuai dengan hasil rapat dan keinginan masyarakat itu sendiri.

Penantian warga yang juga penjagaan keamanan ketat dari personil satuan Dalmas, Shabara Polres Pandeglang, rupanya memuncak hingga pukul 12.30 WIB. Perwakilan dari massa aksi, terpaksa menjemput Camat yang saat itu sedang ada acara Musrenbang Kabupaten di pendopo Bupati.

Camat Abdjah datang ke kantor kecamatan, disambut teriakan dan sorak soray puluhan warga yang masih bertahan disana. Akhirnya wargapun beraudiensi dengan Camat didampingi Muspika lainnya, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Dalam kesempatannya, Camat Abdjah menyatakan, dari 10 desa se-Kecamatan Kaduhejo, ada 5 desa yang masa jabatan Kadesnya sudah berakhir, yaitu Desa Palurahan, Sukasari, Kadugemblo, Ciputri dan Saninten. Karena adanya Pemilu 2014 pada 9 April, maka pelantikan Pjs Kades diundur sesuai dengan Surat Keputusan dan Edaran dari Kemendagri.

“Untuk menyelesaikan persoalan ini, sebetulnya bisa diselesaikan di desa masing-masing. Kalaupun tidak puas dengan keputusan atau kebijakan Camat, silahkan datang ke tingkat yang lebih tinggi yaitu Kabupaten dan Provinsi,” imbuh Camat, seraya menyatakan, siap datang menyaksikan musyawarah di desa masing-masing. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.