Cisadane Meluap, Ratusan Warga Mengungsi Tengah Malam

SETU,SN— Cisadane kembali meluap tadi malam, Minggu (6/4) dini hari. Bahkan kali ini luapannya lebih besar dari sebelumnya. Sejumlah pemukiman penduduk dan perumahan terendam yang berada di bantaran sungai pun terendam. Hanya sedikit harta benda mereka yang bisa diselamatkan.

Di Perumahan Pesona RT.005/03 Desa Kademangan Kecamatan Setu, sekitar 240 rumah warga terendam hingga ketinggian dua meter. Ratusan warga terpaksan diungsikan ke Musholla Nurul Amin yang tak jauh dari lokasi banjir. Mereka didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak.

Rijal, salah satu warga di perumahan tersebut mengungkapkan, banjir datang secara tiba-tiba sekitar pukul 11.00 Wib (Sabtu, 5/4). Awalnya kami tidak menyangka jika luapan air sungai Cisadane bakal lebih besar dari banjir sebelumnya. Tapi lama-lama ternyata malah lebih besar. Kami pun langsung mengungsi ke tempat aman,” ungkap Rijal, kepda Satelit News. Banjir mencapai puncaknya sekitar pukul 01.00 Wib (Minggu, 6/4).

Pantauan di lokasi, petugas dari BNPB Kota Tangsel mengerahkan sekitar 4 unit perahu karet untuk mengevakuasi para korban banjir. Petugas berkeliling menyisir setiap rumah yang terendam. “Apa ada yang mau dievakuasi? Apa ada yang mau dievakuasi?” teriak petugas.

Meski kondisi tidak aman dari banjir namun masih ada saja warga yang memilih bertahan dan tak mau meninggalkan rumahnya. Mereka memilih naik ke atap/genting rumah hingga banjir surut. Namun kondisi itu menimbulkan kekhawatiran. Sehingga, sekitar pukul 02.00 Wib, petigas BNPB dan Camat Setu Bani Hosyatillah mengambil langkah tegas dengan menjemput mereka dari rumahnya masing-masing. “Ini situasinya bahaya. Mereka harus tetap kita ungsikan. Kami akan jemput dan paksa mereka untuk bmengungsi,” ucap Camat Bani sesaat sebelum naik perahu karet.

Banjir tak hanya merendam ratusan rumah warga Perumahan Pesona Desa Kademangan. Luapan Cisadane juga merendam sekitar 6 rumah warga di Kampung Koceak RT.002/01  dan beberapa rumah di RT.14 Desa Keranggan Kecamatan Setu.

Sementara, berdasarkan informasi Traffic Management Centre (TMC) menyebutkan banjir luapan Kali Cisadane itu mengakibatkan beberapa perumahan terendam banjir hingga mencapai 30-150 sentimeter. Seperti halnya Perumahan Bukit Serpong Mas Blok E dan BV dan Perumahan BSI Sawangan dengan ketinggian 50 sentimeter.

Bahkan rumah makan Istana Nelayan yang berada di pinggir ruas Tol Tangerang-Jakarta terendam banjir mencapai 100-150 sentimeter.

Tak hanya itu, banjir juga menjadikan beberapa ruas jalan tak bisa dilintasi kendaraan karena adanya genangan air. Beberapa ruas jalan yang tak bisa dilalui kendaraan diantaranya Jl Imam Bonjol arah Liga Mas Cimone, kawasan Tanah Gocap dan kawasan Cikokol. (Jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.