Banjir Datang, Kawinan Berantakan

TANGERANG,SNOL Pesta pernikahan yang seharusnya menjadi hari bahagia berubah menjadi menyedihkan bagi pasangan Hasyim dan Ruri.
Rencana resepsi pernikahan dua sejoli itu berantakan ketika banjir luapan Kali Sabi datang merendam perumahan Pondok Arum di Kelurahan Nambo, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Minggu (6/4).
Akhir pekan lalu, Sabtu (5/4), Ruri, sang pengantin wanita sudah bersiap-siap untuk menjalani salah satu momen paling bahagia baginya. Di depan rumah pamannya, Subur, tenda biru sudah berdiri. Makanan telah dimasak dan siap disajikan. Kursi sudah ditata. Undangan terlanjur menyebar. Keluarga pengantin pria juga bersiap datang keesokan harinya.
Namun apa daya. Air tiba terlebih dulu. Di tengah malam, luapan air Kali Sabi yang berhulu di Bogor mulai masuk ke perumahan Pondok Arum. Semakin malam semakin tinggi hingga akhirnya mencapai ketinggai 200 centimeter di Minggu pagi.
Rumah Subur yang berada di Blok D7 no 10 Rt. 06/03, tempat Ruri menggelar pesta pernikahannya terendam air. Resepsi pernikahan tak mungkin dilanjutkan di tempat yang sama.
“Sebelumnya memang kami dapat informasi dari Satpol PP akan mendapat air kiriman dari Bogor. Karena ada tanggul yang jebol waktu lalu dan belum diperbaiki di Blok G, air mengalir cukup deras mulai pukul setengah 7 pagi. Kami sangat kaget dalam hitungan jam air sudah masuk dan terpaksa kami pindahkan acaranya,” ungkap Subur, paman Ruri, kemarin malam.
Ya. Resepsi pernikahan Ruri – Hasyim tak sepenuh-nya batal. Mereka menggelar resepsi di tempat yang lebih tinggi. Tepatnya di tempat yang biasanya menjadi dapur pengungsi Pondok Arum. Dengan memasang tenda dan menyajikan makanan, tetangga mulai sedikit-sedikit datang karena air yang semakin surut.
Menurut Subur, keponakannya sudah menggelar akad nikah pada Minggu, 2 Maret 2014 lalu. Ketika itu, Ruri dan Hasyik juga berencana mengadakan resepsi pernikahan. Namun karena banjir tiba lebih dulu, tepatnya pada hari Jumat 28 Februari 2014, keduanya mengundurkan resepsi pernikahan menjadi 6 April 2014. Siapa sangka ? Banjir kembali membuat pesta kawinan dua orang karyawan Lippo Karawaci itu gagal digelar secara sempurna.
Surito, salah satu tetangga yang turut membantu persiapan pesta pernikahan tersebut mengutarakan kesedihannya.
“Saya sangat sedih dan prihatin mas, apalagi anak yatim piatu dan sekarang tinggal bersama pamannya. Kita tidak menyangka tiba-tiba air masuk. Saya tidak bisa membayangkan perasaan keluarga. Yang kondangan juga bingung, keluarga yang dari cowonya saja sampai lewat bendungan,” ungkapnya.(mg17/jojo/pramita/aditya/gatot/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.