Giliran Staf Kesra Pemprov Banten Digarap Kejari

Usut Dugaan Korupsi Hibah/Bansos Pemprov Tahun 2010 – 2011

PANDEGLANG,SNOL— Selain memeriksa penerimanya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang kini mulai memeriksa sejumlah staf Kesra Pemprov Banten, dalam kasus dugaan korupsi dana Hibah/Bansos Pemprov Banten tahun 2010 – 2011. Hingga saat ini, sudah lebih dari 5 orang staf Kesra dimintai keterangan oleh tim jaksa di ruang Pidsus Kejari.

Humas Kejari Pandeglang Andi Metrawijaya mengatakan, sampai saat ini tahapannya masih dalam penyelidikan. Sedikitnya 31 yayasan penerima Hibah/Bansos sudah dimintai keterangan dalam perkara itu. Guna menguatkan data serta pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), pihaknya juga meminta keterangan dari pihak Pemprov Banten.

“Hari ini (kemarin, 7/4), ada dua orang staf atau pegawai Kesra Pemprov Banten yang dimintai keterangannya,” kata Andi, Senin (7/4).

Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, akan terus dilakukan secara marathon hingga menemukan bukti atau alat bukti dalam perkara ini. Pihaknya belum bisa memastikan kapan pemeriksaan saksi dan pulbaket berakhir, hingga penetapan tersangka dalam perkara tersebut. “Yang pasti kami akan maksimal dalam menyelidiki kasus ini, karena banyak pihak dan banyak bahan yang harus dan butuh kajian lebih mendalam,” tambahnya.

Diketahui, hingga Jum’at (28/3) jumlah terperiksa dalam perkara ini mencapai 31 yayasan, yang merupakan perwakilan yayasan penerima Hibah/Bansos itu. Pemeriksaan itu, guna mendalami dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang kemungkinan terjadi dalam program tersebut. Selain memeriksa para pihak yang disinyalir menerima dana Bansos/Hibah itu, pihaknya juga mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) dari sejumlah pihak lainnya.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil pemeriksaan para terperiksa, diketahui rata-rata menerima bantuan itu diangka Rp 500 juta – Rp 1,5 miliar. Namun realisasinya tidak sesuai dengan yang dianggarkan. Setiap minggu, ada saja pihak yang diperiksa secara bertahap, untuk mendalami kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pandeglang Sitti Ratnah menyatakan, pemeriksaan terhadap para pihak penerima dilakukan secara bertahap, karena jumlah jaksa penyidik masih terbatas. Sedangkan, yayasan penerima Bansos/Hibah itu mencapai ratusan yayasan.

“Kami juga kerap mengkoordinasikan dan memohon petunjuk pimpinan di Kejati, untuk menuntaskan perkara yang sedang kami tangani disini,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Rabu (5/3) lalu, Kejari Pandeglang sudah memeriksa sekitar 15 yayasan penerima Bansos/Hibah. Penyelidikan kasus ini dimulai sejak awal bulan Februari lalu, berdasarkan laporan dari salah satu penerima dana tersebut. Dan 2 minggu kemudian, pihaknya mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik), sebagai prosedur dimulainya penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana Bansos/Hibah Pemprov tahun 2011 mencapai Rp. 391, 463 M, yaitu Rp. 340, 4 milyar dana hibah dan Rp. 51 miliar dana bansos. Dengan jumlah penerima mencapai ratusan yayasan, lembaga atau instansi lainnya. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.