Limbah Debu Besi Membuat Walikota Cilegon Murka


Walikota Mau Protes ke Pemerintah Korsel

 CILEGON,SN— Kesal, kecewa dan tegang. Seperti itulah yang tampak dari raut wajah Tb Iman Ariadi, Walikota Cilegon, saat mengetahui limbah debu besi masih bertebaran di wilayah kecamatan Ciwandan. Nada bicaranya agak tinggi. Tatap matanya menunjukkan kemarahan terhadap PT Krakatau Posco, sebagai sumber munculnya limbah yang telah mencemari lingkungan itu.

Tercemarnya wilayah Ciwandan oleh limbah debu besi PT Krakatau Posco, membuat Iman Murka. Dia pun mengancam akan mengirimkan surat protes keberatan ke kepada Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melalui Kedubes-nya. “Jika pihak PT Krakatau Posco tidak serius menangani limbah debu besi, kami selaku pemerintah daerah akan melayangkan surat protes kepada pemerintah Korea Selatan melalui Kedubes Kore Selatan, bahwa debu besi yang berasal dari aktifitas produksi PT Krakatau Posco telah membahayakan lingkungan Ciwandan,” ancam Iman dihadapan awak media saat ditemui di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Senin (07/4).

Persoalan debu besi tidak akan berhenti selama mesin produksi terus berjalan. Pemkot akan terus mengusahakan mencari solusi dalam mengatasi persoalan ini.  “Debu besi ini sudah berlangsung cukup lama dan merugikan warga Ciwandan. Kami akan serius melayangkan surat protes kepada pemerintah Korea Selatan, jika perusahaan itu tidak bisa menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Tahyar menyatakan, lingkungan Kecamatan Ciwandan dalam  kondisi bahaya. Bahkan situasinya lebih membahayakan jika dibandingkan bencana asap di Riau. “Debu besi itu ada wujudnya berupa partikel kecil yang bisa diraba. Jika masuk ke dalam saluran pernapasan bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh manusia. Berbeda dengan asap yang abstrak dan tidak bisa dipegang,” katanya.

DPRD sudah pernah memanggil PT Krakatau Posco dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Cilegon, agar segera menyelesaikan persoalan ini. Namun sepertinya pemerintah juga lamban menanganinya. “Jika ini berlarut-larut apa jadinya warga Ciwandan. Apakah harus menunggu ada yang mati? Wajar jika kemudian warga Ciwandan memasang sepanduk berupa cacian kepada PT KS Posco. Itu membuktikan warga sudah merasa tidak nyaman lagi,” kata Tahyar.

Tak ganya masalah debu, warga Ciwandan juga digegerkan dengan mewabahnya virus yang diduga flu Singapura beberapa hari terakhir ini. Namun Koordinator Bidang Pengobatan Umum Puskesmas Kecamatan Ciwandan dr Isnawati, meragukan hal itu. Ia menduga penyakit yang diderita warga hanya gatal biasa. Menurutnya, debu besi dari PT Krakatau Posco juga dimungkinkan menjadi penyebab gatal-gatal itu.

“Sudah saya kroscek kepada seluruh bidan di Ciwandan dan hasilnya negatif tidak ditemukan kasus flu Singapura. Kemudian bidan kan tidak boleh menyampaikan hasil diagnosa penyakit,” ujar Isnawati, Senin (07/4).

Pihaknya akan mengecek kebenaran rumor ini. “Saya khawatir ini cuma penyakit kulit biasa,” lanjutnya.

Dokter umum ini juga menduga bahwa ada kaitan antara debu besi dari Krakatau Posco dengan kasus ini. “Menurut informasi debu Posco juga bikin gatal. Sementara ini kita sudah ambil sampel dan sedang diteliti di laboratorium. Secepatnya kita akan cek hasilnya,” pungkas dokter muda tersebut. (mg-13/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.