Oknum Caleg Intimidasi Warga

Ogah Memilih Aliran Listrik akan Dicabut

SERANG, SNOL – Jelang pelaksanaan pencoblosan esok hari, berbagai cara dilakukan calon legisltaif (caleg) dan timses guna meraup suara sebanyak-banyaknya. Bahkan bila perlu melakukan intimadasi terhadap  masyarakat pemilih. Seperti yang dialami warga Kampung Caladi, Desa Penunggulan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Rifai salah satunya. Ia mendapat intimidasi dari oknum tim sukses yang juga pengurus RT serta pejabat desa setempat.

Rifai mengaku dipaksa oleh dua oknum timses caleg berinisial FH. Padahal dirinya enggan untuk memilih caleg tersebut pada Pileg 9 April esok. “Saya dan keluarga dipaksa suruh milih FH. Saya menolak karena bukan atas dasar hati nurani saya. Mereka mengancam karena saya dan keluarga sudah punya pilihan sendiri caleg asal PPP Pak MN,” ujar Rifai di kediamannya, Senin (7/4). Akibat bersikeras menolak, tutur Rifa’I, sejumlah oknum timses melakukan berbagai upaya sampai-sampai mengancam akan mencabut KWH akses penerangan listrik rumahnya.

“Tadi barusan KWH listrik rumah saya mau dicabut kalau enggak mau pilih caleg FH asal Partai Golkar itu. Tapi enggak jadi. Padahal saya maunya sekarang silahkan cabut saja. Mereka malah ngasih tenggat waktu hari Kamis nanti,” keluhnya. “Saat ini juga saya sudah dapat intimidasi. Jadi cabut saja sekarang. Lebih baik saya melawan gelap-gelapan tanpa penerangan, daripada diancam, dipaksa harus memilih caleg bukan atas dasar hati nurani saya,” ungkap Rifa’I lagi.

Rifai menjelaskan, pada 2013 lalu pihaknya memasang melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sedangkan untuk KWH-nya itu diborong oleh perangkat desa setempat, agar masyarakat lebih mudah. “Harga Rp 1,2 juta. Memang saya belum lunas masih punya sangkutan lagi masang Kwh kurang Rp 200 ribu, makanya diancam mau dicabut KWHnya. Begitu pak ceritanya. Saya berharap ini tidak menjadi masalah yang berkepanjangan,” harap Rifa’i.

Sementara Ketua RT, oknum perangkat desa, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, belum dapat dikonfirmasi. Begitupun caleg berinisial FH, saat dihubungi dua nomor miliknya dalam kondisi tidak aktif.

erpisah Kepala Bidang (Kabid) Energi pada Dinas Kelautan Perikanan Energi dan Sumber Daya Mineral (DKPESDM) Kabupaten Serang, Heriyadi M Sena’aji mengatakan, berkenaan dengan adanya pencabutan KWH oleh pihak timses caleg tersebut bukan murni penyelewengan. “Karena pemasangan sambungan listrik di kampung itu bukan bantuan dari Pemkab Serang. Itu murni soal politik jelang Pileg mendatang,” pungkasnya. (arif/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.