PT Krakatau Posco dan PT PPB Minta Maaf Kepada Driver


Larangan Sholat Jumat Jadi Pelajaran

CILEGON, SN—Kasus pemecatan  Ahmad Rosidin, driver PT Pajar Perkasa Banten oleh WN Korea lantaran meminta ijin shalat Jumat beberapa waktu lalu, nampaknya menjadi pelajaran bagi PT Krakatau Posco agar memahami adat istiadat dan hak untuk beribadah seseorang. Diharapkan dengan adanya kejadian tersebut, pihak perusahaan dapat memberikan kelonggaran kepada tiap karyawannya untuk menjalankan ibadahnya.

Hal itu terungkap pada hearing Komisi II DPRD Kota Cilegon saat memangil pihak Rosidin, Direktur PT Pajar Perkasa Banten (PPB) Atung Suandi, HRD PT Krakatau Posco (KP) Mainten Service Didik Hutomo, dan Kadisnaker Kota Cilegon Erwin Harapan, di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kota Cilegon, Senin (07/4).

Dalam kesempatan itu, Ahmad Rosidin mengungkapkan, kejadian yang dialaminya semoga bisa dijadikan pelajaran bagi PT Krakatau Posco, terutama warga Korea agar memberikan toleransi terhadap pekerja yang beragama Islam untuk melaksanakan ibadah pada waktunya. “Setelah melalui berbagai pertemuan, alhamdulillah berkat banyak dukungan dari berbagai pihak, persoalan ini bisa diselesaikan. Pelarangan beribadah pun semoga tidak akan terjadi lagi,” kata Rosidin.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Tahyar mengatakan, pemanggilan kepada pihak-pihak terkait agar permasalahan larangan shalat Jumat tidak berlalurut-larut. Pasalnya, Sebagai kota yang agamis, dikhawatirkan menimbulkan sensitifitas pada masyarakat terhadap orang Korea. “Sebelum PT KP dibangun, pihak pemerintah pusat juga sudah meminta kepada pihak perusahaan Korea Selatan agar dapat mematuhi dan menghormati adat istiadat yang ada di Kota Cilegon. Namun pada kenyataannya ditemukan adanya larangan shalat Jumat dan berujung pada pemecatan oleh orang Korea. Ini sungguh disayangkan,” kata Tahyar.

Ditambahkan anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon lainnya, Rahmat mengatakan, pihak Subkon PT Krakatau Posco Mainten Service harusnya memberikan penjelasan kepada warga Korea agar menghormati adat istiadat yang ada di Kota Cilegon.  “Persoalan sholat Jumat ini sudah terlanjur ramai di media massa. Agar tidak ada keributan yang ditimbul, kami minta dari pihak perusahaan agar memberikan penjelasan kepada orang Korea, bahwa shalat Jumat dan shalat wajib lainnya agar tidak dilarang. Cukup permasalahan ini hanya pada Rosidin saja, tidak boleh nanti ada yang lain,” kata Rahmat.

Kadisnaker Kota Cilegon Erwin Harahap mengatakan persoalan pekerja seharusnya langsung dilaporkan Disnaker. Persoalan seperti ini, lanjut Erwin bukan hanya masalah pekerjaan akan tetapi pelanggaran dalam melaksanaan ibadah. “Di perushaan PT PPB sendiri terdapat 22 karyawan. Harusnya sudah bisa dibuat serikat pekerja. Sehingga ketika ada masalah dengan pekerja, bisa diselesaikan dengan serikat dan Disnaker. Semoga apa yang terjadi pada kali ini cukup dijadikan satu pelajaran bagi kita semua,” tegas Erwin.

Sementara itu HRD PT Krakatau Posco Mainten Service, Didik Hutomo mengatakan, pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada warga Korea mengenai kewajiban shalat Jumat.  “Permasalahan ini bermula pada kesalahpahaman antara Rosidin dan Mr Kim Young Ha. Secara pribadi Mr Kim sudah meminta maaf kepada Rosidin,” kata Didik. Didik juga menjamin, Rosidin bisa kembali bekerja ke posisi semula sebagai driver dan tidak ada larangan melaksanakan shalat lagi. (mg-13/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.