Anak Buah Wawan Klaim Uang Rp7,5 M untuk Biaya Konsultan

JAKARTA,SNOL Kepala Kantor PT Bali Pasific Pragama (PT BPP), Ferdy Prawiradiredja, mengklaim uang senilai Rp7,5 miliar bukan untuk mengurus pemilihan kepala daerah (Pilkada), Provinsi Banten.

Uang itu digunakan untuk membayar biaya konsultan untuk pemenangan pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno sebagai Gubernur Banten periode 2012-2017.
“Uang itu untuk membayar biaya konsultan dan iklan di Media,” kata Ferdy saat bersaksi untuk di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (Kamis, 10/4).
Pernyataan itu dilontarkan Ferdy menanggapi pertanyaan dari majelis hakim yang diketuai oleh Matheus Samiadji.
Ferdy sendiri mengaku baru mengetahui adanya pengeluaran uang dari PT BPP yang dimiliki oleh Wawan itu saat dia diinterogasi penyidik KPK. Saat pemeriksaan, Ferdi mengaku ditunjukan penyidik KPK mengenai bukti pembukuan uang tersebut. Ferdi Kembali menegaskan jika uang tersebut untuk pengurusan biaya konsultan.
“Banyak digunakan, salah satunya ya biaya konsultan,” demikian Ferdy.
Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam dakwaan kedua Jaksa KPK disebutkan memberikan hadiah atau janji kepada Akil terkait pengurusan Pilkada Provinsi Banten senilai Rp 7,5 miliar.
Sementara dalam dakwaan pertama, Wawan didakwa bersama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah turut serta memberikan hadiah atau janji berupa suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Lebak. Wawan dan Atut didakwa memberi uang Rp 1 miliar kepada Akil.(ysa/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.