Terdakwa Korupsi Al Quran Divonis 8 Tahun Penjara

JAKARTA,SNOL Mantan bawahan Menteri Agama Suryadharma Ali, Ahmad Jauhari, divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan oleh majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi.
Ahmad adalah bekas Direktur Urusan Agama Islam Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag). Dia terbukti secara sah dan meyakinkan mengkorupsi pengadaan dan penggandaan kitab suci Al Quran di Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama tahun anggaran 2011-2012. Juga, merugikan negara lebih dari Rp 27 miliar.
“Mengadili dan menyatakan terdakwa bersalah, atas perbuatannya dijatuhi hukuman 8 tahun penjara serta denda Rp200 juta, subsider 6 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim, Anas Mustakim, dalam amar putusannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/4).
Dalam menjatuhkan putusan, hakim mempertimbangkan hal-hal memberatkan. Misalnya, tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi, mencederai perasaan umat Islam, menghambat pemenuhan kebutuhan Al Quran dan hak beribadah masyarakat kepada Allah SWT.
“Sementara hal-hal meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum dan masih mempunyai tanggungan keluarga,” terang Hakim.
Putusan vonis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi yang meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara. Selain itu, Jaksa juga menuntut Jauhari membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.
Dalam perkara ini, Jauhari terbukti melanggar dakwaan primer. Yakni Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.
Ia dianggap terbukti telah melakukan korupsi bersama-sama dengan Abdul Karim, Mashuri, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Zulkarnaen Djabar, Fahd El Fouz, Direktur Utama PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (PT A3I) Ali Djufrie, dan Direktur Utama PT Sinergi Pustaka Indonesia (SPI) Abdul Kadir Alaydrus dalam proyek penggandaan kitab suci Al Quran di Ditjen Bimas Islam Kemenag tahun 2011-2012.(sam/ald/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.