2 Pengusaha Banten dan 1 PNS Tersangka Korupsi

Proyek Peningkatan Saluran Induk Pamarayan Barat
F-POLICE LINE-JPNNSERANG,SNOL Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan tiga tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan Saluran Induk Pamarayan Barat, Daerah Irigasi Ciujung yang bersumber dari APBN dengan Pagu Anggaran lebih dari Rp30 miliar.
Ketiganya adalah NS yang merupakan Direktur PT Guna Karya Nusantara (GKN), SSN pihak yang mengerjakan proyek, dan KP seorang PNS yang berperan sebagai PPTK.
Kemarin, Jaksa menggeledah kantor milik SSN yang beralamat di Komplek Perumahan Ciceri Indah, Jalan Cut Mutia Nomor 3, serta menggeledah kediaman SSN di Komplek Graha Asri yang dilakukan Kamis (10/4) kemarin. Sebelumnya, Senin (7/4) lalu, penyidik kejaksaan telah menggeledah Kantor PT GKN di kawasan Suryalaya, Buahbatu, Bandung.
Penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen-dokumen terkait kasus tersebut. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka melalui surat perintah penyidikan tertanggal 26 Maret 2014. Masing-masing dengan nomor 132. 0.6/fd.1/03/2014; 133, 0.6/fd.1/03/2014; 134. 0.6/fd.1/03/2014.
“Berdasarkan informasi dari penyidik, hari ini (kemarin, red) kita lakukan penggeledahan terhadap rumah dan kantor SSN. Penggeledahan dilakukan oleh dua tim penyidik yang dilakukan dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB,” kata Kasi Penkum, Kejati Banten, Yopi Rulianda.
Yopi menyatakan, dari hasil penggeladahan di ketiga tempat tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan proyek tersebut. “Kalau untuk jumlah dan jenisnya kami belum mendapatkan laporan, namun yang pasti ada sejumlah dokumen yang berhasil kami ambil dari ketiga tempat tersebut,” jelas Yopi.
Ketiga tersangka tersebut diduga melakukan mark-up (penggelembungan anggaran, red) atas proyek tersebut, serta mensubkontrakan pemenang lelang kepada pengusaha lain yang mengerjakan proyek.
“Kemungkinan kasusnya tidak jauh berbeda dengan kasus Ratu Irma Suryani, yang memenangkan lelang siapa dan yang mengerjakannya siapa,” kata Yopi.
Akibat perbuatannya tersebut, ketiga terangka itu dijerat, dengan Pasal 2 dan 3 UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (ned/ igo/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.