Nyoblos Ulang di 62 TPS di Banten

Akibat Surat Suara untuk Caleg DPRD Banten Tertukar
TANGERANG SNOL Kasus tertukarnya surat suara untuk calon legislatif DPRD Provinsi Banten tak hanya terjadi di Kota Tangerang. Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten, Pramono U Tanthowi mengatakan, akibat kesalahan tersebut ribuan pemilih di 62 tempat pemungutan suara (TPS) harus kembali melakukan pencoblosan caleg DPRD Banten. Dari 62 TPS tersebut diantaranya 58 TPS di Kota Tangerang, 1 TPS di Kabupaten Lebak dan 3 TPS di Kabupaten Tangerang.
“Hingga saat ini, jumlah yang kami terima ada 62 TPS yang melakukan pemilihan lanjutan atau pemilihan ulang. TPS paling banyak di Kota Tangerang,” ujar Pramono di Serang, kemarin.
Namun, dibandingkan dengan Pemilu 2009, insiden surat suara tertukar dalam Pemilu 2014 jauh lebih sedikit. “Kalau pemilu yang lalu, tertukarnya itu lebih banyak bahkan tidak hanya antar TPS, tapi antar pulau,” tuturnya.
Pemilihan ulang didasarkan pada rekomendasi Bawaslu RI yang mengacu pada pasal 203 ayat 1 UU nomor 8/2012. Yakni apabila terjadi gangguan dalam pelaksanaan pemilu seperti gangguan keamanan, terjadi kerusuhan, dan gangguan lainnya, maka Bawaslu merekomendasikan pemilihan lanjutan.
Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi mengatakan pencoblosan ulang di 58 TPS yang ada di 27 kelurahan dan 12 kecamatan dijadwalkan berlangsung, Minggu (13/4).

“PSU ini berdasarkan surat edaran dari KPU RI bagi daerah-daerah yang mengalami kesalahan surat suara yang berbeda dapil (Daerah pemilihan) atau tertukar. KPU bersama Panwaslu Kota Tangerang akan menindaklanjuti edaran ini sebagai solusi terbaik atas kesalahan tersebut,” ujar Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi, Kamis (10/4).
Menurut Sanusi, surat suara yang tertukar dapilnya adalah untuk DPRD Kota Tangerang dan DPRD Provinsi Banten. “Jumlahnya masih dihitung. Pastinya hal ini terjadi di 27 Kelurahan yang ada di 12 Kecamatan. Cuma di kecamatan Neglasari saja yang tidak tertukar,” ujarnya.
Hal tersebut, diakui Sanusi, terjadi karena human error. Meski pihaknya sudah melakukan penyortiran, pelipatan dan pengecekan surat suara sesuai prosedur. Pasalnya, banyak logistik dan tahapan pemilu yang begitu padat.
“Ini fenomena nasional, juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tapi dari 3223 TPS di Kota Tangerang hanya1,8 persen yang tertukar surat suaranya. Menurut saya ini masih bisa diatasi,” katanya.
Ketua Divisi Teknis Pemilu dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Tangerang Banani Bahrul mengatakan, surat suara tertukar yang telah tercoblos, itu tetap dinyatakan sah untuk suara partai. Hal ini berdasarkan hasil konsultasi dengan KPU Provinsi Banten.
Sedangkan bagi daerah yang mengalami insiden tertukar surat suara, penghitungan suara di PPS akan diundur dari yang seharusnya tanggal 11 menjadi 14 April 2014. Bagi yang tidak tertukar, penghitungan tetap berlanjut sesuai jadwal.
“Kita masih punya waktu tanggal 19-21 Maret untuk pleno penghitungan surat suara di KPU. Jadi masih memungkinkan,” ujarnya.
Ketua KPU Kabupaten Tangerang, Akhmad Jamalludin mengatakan, kelelahan merupakan salah satu penyebab kesalahan distribusi surat suara oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), saat pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) Rabu (8/4) lalu.
Alhasil Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang.
“Mungkin PPK dan KPPS Desa Sukaharja Kecamatan Sindangjaya lelah, sehingga menyebabkan adanya kesalahan pengiriman surat suara. Sebab mereka bertugas tanpa mengenal waktu mempersiapkan kebutuhan Pileg. Kemudian kesalahan surat suara ini justru diketahui saat pencoblosan, bukan saat distribusi,” ujar Akhmad Jamalludin, Kamis (10/4).
Kesalahan tersebut terjadi pada pelaksanaan pemungutan suara di TPS 27, 28 dan 29 di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindangjaya. Saat itu pemilih dan panitia menyadari adanya surat suara untuk DPRD Provinsi Banten, yang seharusnya surat suara Tangerang B tetapi yang ada surat suara Tangerang A.
Ditanya kapan pelaksanaan PSU, Jamaludin menjadwalkan berlangsung pada Sabtu (12/4) besok. Itupun bisa berubah tergantung dari kepastian pengiriman logistik dari KPU RI. Sebab ada perbedaan penamaan pada surat suara dalam PSU ini.
Sementara itu, pencoblosan suara lanjutan di TPS 5 Desa Kerta Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak dilakukan karena surat suara calon anggota legislatif (caleg) DPRD Lebak yang seharusnya daerah pemilihan (Dapil) Lebak VI tertukar dengan surat suara caleg DPRD Lebak Dapil V.
Tertukarnya surat suara tersebut, karena kesalahan penyelenggara Pemilu pada saat pengesetan kertas suara yang dilakukan awal April 2014 lalu, sementara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tidak mengecek kembali surat suara yang tertukar tersebut. (made/mg11/ahmadi/bagas/gatot/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.