Anak Kalah Nyaleg, Bapak Blokir Jalan

CINANGKA,SN—Kekalahan dalam pemungutan suara di kampung sendiri membuat Rohani, warga Kampung Sumerang RT 7/ RW1, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang mengamuk. Ayah dari Wahyu Megahita, calon legislatif DPRD Kabupaten Serang dari Partai Demokrat itu memblokir jalan dan dilaporkan menganiaya seorang warga akibat tak terima anaknya kalah di kandang, Jumat (11/4).

Ketua RT 7/ RW1 Kampung Sumerang, Rohman (39) mengatakan orang suruhan Rohani melakukan pemblokiran jalan di empat titik menggunakan batu-batu besar sejak kemarin pagi sekitar pukul 10:00 WIB. Dia menduga pemblokiran dilakukan karena Wahyu Megahita kalah dalam pemungutan suara di TPI 1 sampai 5 Desa Kamasan. Selain memblokir jalan, Rohani juga dilaporkan melakukan penganiayaan dengan menampar, memukul dan menjambak salah seorang warga setempat bernama Nia Kurniasih. Nia Kurniawati sendiri membenarkan jika dirinya telah mendapatkan tindak kekerasan dari Rohani yang mengakibatkan pelipis kiri bawahnya mengalami lebam. Ia menjelaskan, kekerasan yang menimpanya terjadi di kediaman Rohani.

“Waktu kami ketemu di rumahnya, kami ditanyai kalau yang ikut Pemilu partai apa saja. Tapi saat saya nyeletuk Gerindra, Pak Haji Rohani malah langsung marah dan langsung menampar saya satu kali lalu menjambak rambut saya hingga jilbab saya tak karuan. Kalau teman saya cuma dimarahi saja tidak sampai ditampar,” katanya. Atas perlakuan yang diterimanya tersebut, Nia telah melaporkan Rohani ke Polsek Cinangka untuk diproses secara hukum.

“Malam pada hari kejadian saya langsung lapor ke Polsek Cinangka dan sudah membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” imbuhnya. Terpisah saat dikonfirmasi Kapolsek Cinangka, AKP Agus Fajutawan membenarkan terkait adanya laporan warga yang dianiaya Rohani, orangtua Caleg Partai Demokrat tersebut.

 “Memang benar ada yang melaporkan telah terjadi penganiayaan dengan inisial IN dipukul dan dijambak,” ujar Kapolsek, kemarin. AKP Agus Fajutawan menambahkan untuk saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksinya. Sedangkan untuk pelakunya sendiri belum dilakukan pemeriksaan.

“Intinya saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait laporan penganiayaan tersebut,” pungkas Kapolsek.

Ditemui terpisah, Rohani membantah telah melakukan pemblokiran jalan. Dia mengatakan, jalan yang ditutup berada di atas tanah miliknya.

“Saya tidak menutup jalan umum. Itu tanah saya, semua sertifikat tanahnya juga ada. Dari dulu juga emang sudah mau ditutup tapi dibuka lagi dibuka lagi,” katanya. Sedangkan berkenaan dengan dugaan penganiayaan dengan memukul dan menjambak warga bernama Nia Kurniasih (30), Rohani juga membantahnya.

“Kalau saya marah-marah iya. Wajar karena mereka itu karyawan, saya pemilik pantai. Memang anak saya suaranya kalah. Wajar juga masak hampir semua warga numpang hidup di tanah saya, malah membela orang lain,” terangnya.

“Kenapa juga warga memilih caleg lain karena politik uang. Kalau saya dan anak saya tidak pernah politik uang,” ujarnya diamini anaknya Wahyu Megahita. Caleg Partai Demokrat, Wahyu Megahita juga membantah tuduhan ayahnya mengamuk karena kalah suara.

“Wajar juga bapak saya marah. Memang benar di kampung itu hampir semua tanah bapak saya. Mereka menumpang kok berkhianat,” pungkasnya. (arif/gatot/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.