Ayah Bos Bakso Minta Pembunuh Anaknya Dihukum Berat

TANGSEL,SNOL—Ayah Suwarno, Jumadi berharap, pembunuh anaknya dihukum yang seberat-beratnya. Suwarno yang bos tukang bakso itu tewas dibunuh, kemudian mayatnya di simpan di freezer atau lemari pendingin di rumah kontrakannya di Jalan Bhayangkara II RT 001 RW 001 Pakujaya, Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (11/4) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Ya, kami hanya berharap kasus ini segera terungkap dan pelakunya dihukum berat,” kata Jumadi sesaat menunggu kedatangan jenazah anaknya.

Selama ini, Jumadi mengenal anaknya sosok yang baik. Ia tidak menyangka anaknya yang sukses usahanya di Tangerang, pulang ke kampung halamannya di Boyolali, Jawa Tengah, dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Minggu siang (13/4) jenazah Suwarno akan dikebumikan.

Salah satu pembunuh Suwarno berhasil ditangkap. Riki Sutiawan (18), warga Desa Ulak Mengkudu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang ditangkap di Stasiun Kereta Api (KA) Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumsel, Sabtu (12/4) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya Riki bersama rekan tetangganya di dusun, Rudi Endi (30), sempat lolos dari kepungan anggota Kepolisian Provinsi Lampung saat melarikan diri.

Motif dari pembunuhan itu sendiri menurut tersangka Riki, korban Suwarno dan ibunya sering berhubungan intim layaknya seperti suami istri. Padahal ibunya sendiri masih istri sah dari ayahnya yang saat ini terbaring sakit di didesanya yang berada di Empat Lawang

“Aku datang ke Tangerang sebenarnya untuk menjemput ibu, karena ayah lagi sakit di dusun, namun ibu selalu menolak diajak pulang,” kata Riki saat ditemui di Polres OKU Timur setelah diamankan saat menumpangi kereta api lampung tujuan Palembang.

Puncak kekesalanya datang, saat ia melihat SMS korban Warno yang banyak kata-kata mesra dengan ibunya, dan berencana ingin kembali melakukan hubungan intim di salah satu kamar hotel di Tangerang.

“Tidak sengaja aku lihat SMS bos Warno kepada ibuku mengatakan akan ketemuan lagi malam jumat, dan kata-katanya mesra sekali,” terangnya.

Riki sendiri mengaku merupakan anak buah dari korban sebagai penjual bakso yang baru dua bulan kerja.

Dalam keterangan Sabtu (12/4), Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menyampaikan, ihwal kasus ini bermula saat Sarini (26) yang tak lain adik kandung Suwarno menerima pesan singkat lewat layanan BlackBerry Messenger dari Billy yang menanyakan kenapa warung tidak buka. “Toko tutup tapi barang sudah dipajang dari pukul 14.00,” kata Rikwanto.

Sekira pukul 20.00, Sarini pun mendatangi warung. Kurang lebih pukul 21.00, Sarini tiba dan mencari Riki, Rudi, dan Ibu Sum yang merupakan karyawan warung tersebut.

Namun, ketiganya tidak berada di tempat. Lantas, melihat belanjaan masih di luar ruko, saksi pun meminta bantuan orang bengkel untuk membuka gembok warung.

“Ketika saksi akan memasukkan daging ke dalam lemari freezer, terkejut melihat mayat korban di dalam freezer,” ujar Rikwanto, Sabtu (12/4).(ris/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.