Dua Mayat Tergeletak di Hutan

PANDEGLANG,SNOL—Kaget, panasaran dan takut, menghantui warga Desa Karyasari Kecamatan Cikeudal Kabupaten Pandeglang.Di pagi buta, mereka digemparkan dengan temuan dua mayat berjenis kelamin laki-laki dan perempuan tergeletak dalam hutan di wilayah itu.

Dua mayat tanpa identitas itu ditemukan di lokasi yang jauh dari perkampungan. Jalan menuju lokasinya juga hanya berukuran 1,5 meter dan jarang dilalui warga. Jalan itu bisa menembus ke tiga kampung, yakni Kampung Tambaga, ke Kampung Gonggong, Kampung Bengkok dan Kampung Tamansari, Desa Karyasari, Kecamatan Cikeudal.

Informasi yang dihimpun, dua mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang petani yang kebetulan melintas di jalan itu sekitar pukul 07.30 Wib. Dia terkejut melihat dua orang yang diduga tengah tertidur di tanah. Setelah dihampiri, ternyata keduanya sudah tewas. Tubuhnya sudah kaku dan ada di tubuhnya ada luka diduga bekas sabetan dan hantaman benda tajam.

Petani yang belum diketahui namanya tersebut kemudian memberitahukan kepada warga sekitar. Tak ayal, ratusan warga langsung berbondong-bondong menuju lokasi temuan mayat.

Ketua Rt.04/05 Kampung Gonggong Desa Cipicung Kecamatan Cikeudal, Enjay Unus mengatakan, kawasan itu merupakan daerah sepi dan gelap gulita jika malam hari. Selain jarang dilintasi warga, letaknya juga cukup jauh dari perkampungan, yakni sekitar 5 – 7 Km.

“Saya juga tau ada temuan mayat dari warga. Mereka berbondong-bondong ke lokasi ini, saya juga jadi ikutan. Saya nggak tau dan tidak mengenali dua mayat itu, rasanya bukan orang sini,” kata Unus, Jum’at (11/4).

Kapolres Pandeglang AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga sekitar pukul 07.30 WIB, dan langsung menuju lokasi bersama dengan Kapolsek serta tim identifikasi Polres, untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Dua mayat itu berjenis kelamin pria dan wanita. Yang wanita diperkirakan usia 40 tahun dan pria sekitar 45 tahun. Kami juga amankan barang bukti lain dari TKP berupa dua buah seprai,” ungkap AKBP Anwar.

Korban masih mengenakan pakaian lengkap (baju dan celana). Diduga korban pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam, karena dari otopsi luar ditemukan luka sayatan dan luka bacok di bagian tubuhnya. Kemungkinan TKP hutan itu merupakan TKP kedua atau ketiga, hanya sebagai tempat pembuangan saja. Artinya, kejadian pembunuhannya bukan di lokasi tersebut.

Disinggung apakah korban merupakan suami-istri dan apa modus dari pembunuhan itu, Kapolres belum bisa memastikan, karena masih butuh pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan olah TKP, proses evakuasi korban berlangsung sekitar 30 menit. Di lokasi juga sudah ada ada dokter untuk mengidentifikasi luka bagian luar. Setelah olah TKP, dua mayat tersebut kemudian dibawa ke RSUD Serang untuk dilakukan otopsi oleh dokter forensic. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.