Pembunuh Bos Bakso di Serpong Utara Diringkus di Sumsel

MARTAPURA,SNOL – Dua pelaku ini bisa lolos dari kepungan anggota kepolisian Provinsi Lampung saat melarikan diri. Namun Riki Sutiawan (18) warga Desa Ulak Mengkudu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang ditangkap di Stasiun Kereta Api (KA) Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumsel, Sabtu (11/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara rekannya, Rudi Endi (30), yang merupakan tetangganya di dusun, berhasil kabur melompat dari KA yang sedang berjalan.

Kedua tersangka merupakan pembunuh tukang bakso, yaitu bernama Warno (40) Warga Pamulang, Tangerang, Banten, yang mayatnya dimasukkan oleh tersangka ke dalam freezer atau lemari pendingin.

Kejadian sadis ini sendiri berlangsung di toko bakso korban di Kelurahan Kelurahan  Paku jaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Jumat (9/4) sekitar pukul 08.00 WIB.

Motif dari pembunuhan itu sendiri menurut tersangka Riki, korban Warno dan ibunya sering berhubungan intim layaknya seperti suami istri. Padahal ibunya sendiri masih istri sah dari ayahnya yang saat ini terbaring sakit di desanya yang berada di Empat Lawang

“Aku datang ke Tangerang sebenarnya untuk menjemput ibu, karena ayah lagi sakit di dusun, namun ibu selalu menolak kapan kalau diajak pulang,” kata Riki saat ditemui di Polres OKU Timur setelah diamankan saat menumpangi kereta api Lampung tujuan Palembang.

Puncak kekesalanya datang, saat dia melihat SMS korban Warno yang banyak kata-kata mesra dengan ibunya, dan berencana ingin kembali melakukan hubungan intim di salah satu kamar hotel di Tanggerang.

“Tidak sengaja aku lihat SMS bos Warno kepada ibuku mengatakan akan ketemuan lagi malam Jumat, dan kata-katanya mesra sekali,” terangnya dan Riki sendiri mengaku merupakan anak buah dari korban sebagai penjual bakso yang baru dua bulan kerja.

Jumat pagi itu, sambung Riki melihat Warno sedang memanaskan air langsung dipukul Rudi dengan menggunakan kayu balok tepat dibagian kepalanya hingga roboh, sementara Riki langsung menutup warung bakso itu dan memasukkan korban ke dalam lemari pendingin daging agar tidak ketahuan keluarga korban.

“Aku dan Rudi langsung mengambil dompet Bos Warno yang berisi uang Rp 350 ribu. Sementara, HP dua unit, BlackBerry dan Nokia dan langsung kabur mau balik ke Empat Lawang,” jelasnya.

Sepeda motor milik korban juga dibawa keduanya ke arah Serpong. Dan dari Serpong lanjut Riki, ia bersama Rudi menggunakan jasa ojek ke Serang Banten kerumah saudaranya dan akhirnya naik kereta api dari Tanjung Karang Lampung tujuan Palembang.

Kasatreskrim Polres OKU Timur, AKP Janton Silaban mengatakan, tertangkapnya satu dari dua pelaku ini, sebelumnya pihak Polres Tanggerang memberitahukan kepada pihaknya bahwa pelaku pembunuhan pemilik bakso sedang melarikan diri kearah wilayah Sumsel.

“Sebelumnya tersangka Riki  dan rekanya Rudi Endi ini lolos dari Lampung, kita langsung siagakan anggota kita di stasiun, dengan bermodalkan foto tersangka Riki yang dikirim dari Polres Tanggerang,” kata Janton.

Sebelumnya pihaknya sempat terkecoh karena tersangka Riki mengaku bukan ia sendiri yang melakukan pembunuhan terhadap korban Warno, melainkan ada satu lagi rekanya yang kini, kata Janton, masih melarikan diri di sekitaran kota Martapura yang saat itu berhasil melarikan diri saat dilakukannya penangkapan terhadap tersangka Riki.

“Kita sudah kerahkan pasukan untuk menyisir seluruh kota Martapura untuk menangkap tersangka Rudi Endi yang saat itu berhasil melarikan diri, dari informasi penumpang di gerbong III, pelaku melompat saat kereta sedang berjalan ketika melihat temanya berhasil kita tangkap,” ujarnya.

Untuk penyelidikanya sendiri, sambung Janton pihaknya sudah koordinasi dengan Kepolisian Tangerang agar menjemput tersangka ke OKU Timur agar tersangka mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.(sal/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.