Tolak Dipecat, Buruh SPIJ Demo

CILEGON, SN—Tolak PHK sepihak, ratusan karyawan PT Tenaris Seamless Pipe Indonesia Jaya (SPIJ) berunjuk rasa di depan pintu utama kawasan pabrik tersebut, di Jalan Antartika I Kawasan Industri KIEC, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Jumat (11/4). Koordinator buruh  PT Tenaris SPIJ Hikmatul Walid mengatakan, aksi yang dilakukan oleh para buruh dilatarbelakangi adanya PHK sepihak oleh manajemen perusahaan.

“Mereka melakukan PHK kepada 13 buruh dengan alasan adanya efisiensi pekerja tapi pihak manajemen justru merekrut orang-orang baru. Padahal yang mereka pecat adalah buruh tetap yang sudah bekerja selama 20 tahun lebih atau sejak awal pabrik ini beroperasi, ” kata Walid. Ditambahkan Walid, alasan tersebut tidak mendasar. Pihak buruh justru mengendus adanya permainan yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan yang dilakukan bagian HRD perusahaan tersebut. “Sudah jelas di sini kita melihat adanya kejanggalan. Memang dari dulu juga kita sudah curiga ada permainan kotor yang dilakukan oleh kepala HRD PT SPIJ yaitu Yanuar Tomi,” kata Walid.

Sebanyak enam orang perwakilan buruh melakukan perundingan dengan pihak perusahaan selama dua jam. Namun hasil perundingan tersebut masih belum bisa mendapatkan hasil sesuai tuntutan buruh. Ketua DPC FSPKEP Rudi Safrudi mengatakan pihaknya telah menyampaikan semua yang menjadi tuntutan kepada petinggi perusahaan. “Kami sudah sampaikan kepada pihak perusahaan mengenai penolakan adanya PHK 13 buruh. Kami juga dengan tegas meminta kepada Presdir agar memecat Yanuar Tomi karena sudah mengacak-ngacak kehidupan buruh di perusahaan ini,” kata Rudi. Jika pihak perusahaan tidak segera merespon tuntutan para buruh, Rudi mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Bahkan Para buruh akan laporkan ke Pemkot Cilegon dan DPRD Kota Cilegon.

Sumarno, salah seorang buruh PHK mengatakan pihaknya telah bekerja di perusahaan ini sejak 20 tahun lalu. “Saya sudah bekerja di sini dari awal, sejak lokasi pabrik masih ditumbuhi rumpun sampai berdiri sebesar ini. Tapi kenapa menjelang masa pensiun saya di PHK. Padahal di sini saya sudah menjadi karyawan tetap,” kata Sumarno. PHK sepihak jelas saja tidak diterima Sumarno. Apalagi tanpa ada alasan yang benar dari pihak perusahaan. Sumarno mengaku selama bekerja, terutama akhir-akhir ini tidak melakukan kesalahan dalam bekerja.

Sumarno juga mengaku jika dirinya dinilai tidak produktif dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai buruh pabrik senior. “Saya di sini sudah lama dan sangat terampil melakukan semua tugas di bagian maintenance. Tapi kenapa karena alasan efisiensi tenaga kerja, saya yang tinggal beberapa tahun lagi pensiun dipecat dan diganti dengan orang baru yang tidak bisa apa-apa. Ini sudah melukai buruh, pengabdiannya tidak mendapat penghormatan dari perusahaan,” ujar Sumarno. Sampai berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari Yanuar Tomi atau pihak manajemen perusahaan. (mg-13/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.