Caleg Gerindra Protes Petugas KPPS Ciputat

CIPUTAT,SNOL—Kegaduhan terlihat usai penghitungan surat suara di Kelurahan Ciputat Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan. Salah seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tangsel dari Partai Gerindra, yang diduga bernama Ahadi, tiba-tiba datang bersama rombongannya dan langsung meminta para petugas KPPS agar membuka kembali berkas hasil penghitungan suara yang sebelumnya disepakati telah ditutup.

Sejumlah saksi mata di lokasi menuturkan, peristiwa terjadi Minggu (13/4) malam sekitar pukul 23.40 Wib. Sebelum Caleg itu datang, petugas KPPS bersama saksi-saksi partai telah sepakat bahwa penghitungan suara ditutup dan akan dilanjutkan esok hari (Senin 15/4). Setelah disepakati, petugas kemudian menutup dan menyimpan semua berkas di sebuah ruangan yang sudah disterilkan, dimana hanya petugas saja yang boleh masuk ke ruangan itu.

Tidak berapa lama, datang Caleg yang diduga Ahadi beserta rombongannya. Dia langsung masuk dan meminta petugas KPPS agar membuka kembali dokumen yang telah disimpan. Bahkan Caleg itu sempat mengancam akan melaporkan para petugas itu ke pihak berwajib bila tidak menuruti keinginannya.

“Kemudian, Ahadi dan rombongannya masuk ke ruangan tempat dokumen surat suara disimpan. Dia dengan bebas membuka dan memeriksa dokumen-dokumen tersebut,” ungkap Tatang Suryana, pengurus PAC PDIP Kecamatan Ciputat, kepada Satelit News, tadi malam.

Ahadi yang juga mantan Asda II Pemkot Tangsel itu meminta dibuka kembali data hasil penghitungan lantaran dirinya mendapat laporan dari saksi untuk Partai Gerindra bahwa ada ketidak cocokan antara hasil penghitungan versi KPPS dengan versi saksi Gerindra. Ironisnya, saat Ahadi datang, saksi dari Gerindra yang melaporkannya justru tidak ada di tempat.

Saksi dari PDIP dan saksi-saksi lainnya sudah melayangkan keberatan secara lisan, tapi pihak Panwas justru malah meminta para saksi tersebut untuk membuat surat pernyataan keberatan secara tertulis. “Ini kan lucu. Padahal saat kejadian, Angel, ketua Panwas Kota dan Yudi, ketua Panwascam ada dilokasi dan menyaksikan langsung dengan mata kepalanya sendiri kejadian itu, tapi mereka diam saja. Sepertinya mereka takut karena caleg yang protes itu mantan Asda di Pemkot Tangsel,” terang Tatang diamini Aang Wahyudi serta warga lainnya.

Para saksi partai menyayangkan kejadian itu. Apalagi petugas KPPS pun tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa pasrah menerima perlakuan tersebut.

Ketua KPPS Kelurahan Ciputat Baihaqi saat dikonfirmasi Satelit News melalui telpon selulernya, membenarkan adanya Caleg yang memprotes hasil penghitungan. “Iya, semalam ada yang minta penghitungan ulang,” ucapnya.

Namun Baihaqi enggan memberikan penjelasan rinci terkait kejadian tersebut dengan alasan sedang berada di KPU provinsi. “Saya sekarang lagi di KPU provinsi,” tambahnya dan langsung menutup telponnya. (Jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.