Dua Mayat di Hutan Pandeglang itu Warga Bandung

PANDEGLANG,SNOL Identitas dua mayat laki-laki dan perempuan di semak-semak kawasan hutan, di Kampung Tambaga, Desa Karyasari, Kecamatan Cikeudal, Kabupaten Pandeglang, Banten yang ditemukan Jum’at (11/4) pagi lalu terungkap.
Kedua korban merupakan warga Bandung, Jawa Barat yang diduga diculik dan dibunuh di rumahnya lalu dibuang di sebuah hutan di kawasan Pandeglang Banten itu.
Kedua korban bernama Didi Harsuadi (59) dan Anita Anggaeni (51). Pasangan suami istri ini menghilang dari kediamannya di Jalan Batu Indah Raya No 46 A, Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung, sejak Kamis (10/4).
Deni Ernawan (60), kakak kandung Anita Anggaeni mengatakan dirinya mulai curiga adiknya hilang sejak tidak adanya kontak dalam beberapa hari, selain telepon rumah tidak diangkat meski telah dihubungi, nomor handphone keduanyapun tidak aktif.
“Saya telepon tapi Hp keduanya (Didi dan Anita mati. Kemudian rumahpun kosong. Saya beberapa kali kesini jam 7 malam, jam 2 pagi, tapi tidak ada orang sejak kemarin. Saya coba hubungi keluarga tapi tidak berkunjung,” jelasnya di lokasi kejadian, Minggu (13/4).
Kecurigaanpun semakin menjadi, kebiasaan adiknya mengunci pagar dengan gembok tidak dilakukan sehingga dirinya memutuskan membuka paksa pintu dengan kunci duplikat bersama adiknya dan juga anak Didi dan Anita yaitu Anggi.
“Saat dibuka sekitar pukul 11.00 WIB (Minggu) ada bercak darah dari sepatu dari ruang tengah, garasi dan ruang dalam. Yang diruang tengah sudah tipis sepertinya sudah dihapus, yang banyak (bekas darah) dibagian dalam,” tuturnya.
Selain itu satu unit mobil Grand Livina Silver raib dari dalam rumah, motor yang berada digarasi pindah ke dapur dan ditemukan dua gelas plastik bekas minuman serta puntung rokok. Dirinya menduga sebelumnya ada yang bertamu.
“Sepertinya menjadi korban penculikan,” ucap Deni. Disinggung apakah ada konfilik, Deni menuturkan kedua adiknya tersebut tidak banyak bercerita tentang suatu masalah, hanya saja keduanya berniat menjual rumah yang ditempatinya.
“Tempo hari sempat cerita rumah mau dijual. Ada orang yang sudah menawar sejarga Rp 3,5 miliar. Tapi saya nggak tau ada sangkut pautnya penjualan rumah ini sama hilang adik saya,” bebernya.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul menduga kejadian ini merupakan aksi pembunuhan dan pencurian yang dilakukan oleh lebih dari dua orang. “Dugaan bisa pembunuhan dan pencurian tai masih kita dalami. Ada surat hilang dan mobil,” ujarnya.(bal/jpnn /mardiana/jarkasih/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.