Ricky Membunuh Setelah Baca SMS

SERPONG,SNOL Umurnya baru 18 tahun. Badannya juga terhitung kurus. Di luar dugaan, pemuda bernama Ricky ini adalah pembunuh berdarah dingin.
Bersama seorang kawannya yang buron, warga Sumatera Selatan itu menghabisi Suwarno, pemilik warung bakso ‘Rasa Nyaman’ di Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat (11/4) lalu.
Ricky terus menunduk meski dipanggil oleh awak media yang sudah menunggunya sejak lama di Polsek Serpong, Minggu (13/4) malam. Dia bergeming, enggan menolehkan atau menampakan wajahnya.
Saat datang ke Polsek Serpong, pria berkulit sawo matang itu mengenakan kaos putih dan celana jeans. Dengan tangan terborgol, warga Desa Ulak Mengkudu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang Sumatera Selatan itu terus digandeng petugas kepolisian.
“Saya kesal, dendam saya. Dia pacaran sama ibu saya. Padahal ibu masih punya suami di Palembang,”tuturnya terbata.
Ricky tersulut amarahnya setelah membaca SMS atau pesan singkat dari Suwarno kepada sang ibu, yang berisi ajakan untuk menginap di hotel.
“Kapan kita ketemuan lagi? Saya mau ajak kamu ke hotel,” kata Ricky membacakan isi SMS itu.
Kemudian, Ricky mendatangi kedai bakso Suwarno yang juga tempat kerjanya. Dibantu seorang teman bernama Rudi, dia mengambil balok dan langsung memukul kepala Suwarno dari arah belakang, berkali-kali. Setelah dipastikan tak sadar, jasad Suwarno langsung dimasukan ke dalam freezer.
“Kemudian saya dan Rudi kabur dengan sepeda motor milik Suwarno ke arah Terminal Lembang, Ciledug,” katanya.
Sepeda motor tersebut dititipkan di Terminal Lembang. Keduanya bergegas ke Stasiun Sudimara untuk menumpang kereta menuju Pelabuhan Merak. Dari Pelabuhan Merak, keduanya menyebrang dengan menumpang kapal roro menuju Lampung. “Kemudian kita naik kereta menuju Palembang,” ungkapnya.
Pelarian warga Desa Ulak Mengkudu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang Sumatera Selatan itu terhenti di Stasiun Stasiun Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel).
“Ricky kami tangkap saat dia tengah tertidur lelap di Stasiun Baturaja, Sumsel,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Siswo Yuwono yang terlihat lelah seusai pengejaran, kemarin malam.
Sayangnya, satu tersangka lagi atas nama Rudi berhasil kabur. Siswo bersama kepolisian gabungan Sumatera Selatan akan melakukan pengejaran kembali ke Palembang.
Seperti diketahui, Suwarno ditemukan tewas mengenaskan di dalam freezer atau mesin pendingin daging di warungnya di Jalan Bhayangkara II, RT 01/01, Kelurahan Paku Jaya, Keca-matan Serpong Utara, Tangsel. Jasad jejaka asal Boyolali Jawa Tengah itu pertama kali ditemukan salah seorang adik perempuannya, Sarini.
Ketika itu, Sarini bersama kerabat lainnya kebingungan karena kakak tertuanya tak bisa dihubungi. Mereka kemudian meminta tukang kunci di depan kedai bakso untuk membuka pintu. Saat kunci ruko berhasil dibuka, kedai berukuran 4×4 meter itu sudah dalam keadaan berantakan.
Lalu, Sarini berinisiatif mengecek kondisi daging dan bakso di dalam freezer atau lemari pendingin kotak berukuran sekitar 1,5 meter. Namun saat dibuka, bukan daging bakso yang dia temukan, melainkan tubuh kakaknya dalam keadaan telungkup. Kanit Reskrim Polsek Serpong, AKP Toto Daniyanto mengatakan Suwarno tewas karena luka tusukan di pinggang belakang, leher dan hantaman benda tumpul di kepalanya.
Keterangan Tersangka Diragukan Tetangga Korban
Keterangan tersangka Ricky yang menyebutkan korban berhubungan dengan ibunya diragukan para tetangga. Edi Eriansyah (50), warga RT 08/021 komplek Villa Dago, Cluster Alam Asri 3 Kelurahan Benda Baru, Pamulang, Kota Tangerang Selatan tetangga Suwarno mengatakan korban adalah sosok pria baik yang tidak mungkin berbuat seperti yang dituduhkan.
“Ah enggak percaya saya. Dia itu kalem, kalau diajak bercanda suruh cari pacar, dia saja malu-malu gitu,” ungkap Edi.
Menurut Edi, tetangga sudah berkali-kali menawarkan kenalan perempuan untuk disunting Suwarno. Mereka menganggap masa depan Suwarno yang dulunya bekerja sebagai pengantar surat, dianggap sudah bagus karena memiliki rumah dan usaha yang maju.
“Tapi dia enggak mau. Katanya lihat wanita saja panas dingin. Masa ini katanya macarin istri orang, enggak percaya saya,” tutur Edi.
Suwarno pun tak pernah membawa kenalan wanita lain ke rumahnya. Di dalam rumahnya itu, hanya ada dia dan dua orang adik perempuan serta seorang adik lelakinya.  “Enggak pernah ada perempuan lain yang kesini,” kata Edi.
Pengakuan lain juga diungkapkan tetangga yang tinggal dekat dengan ruko atau kedai bakso Rasa Nyaman milik Suwarno. “Saya pikir motifnya malah karena belum digaji 2 bulan,” kata Abdul Rohim.
Riki pernah mengeluh kalau dia ingin pulang kampung ke Palembang namun tak ada ongkos karena 2 bulan gajinya belum dibayarkan. “Makanya saya enggak nyangka kalau sampai karena perempuan,” pungkasnya. (pramita/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.