PT SPIJ Mengaku Alami Penurunan Produksi

Klarifikasi Terkait Aksi Demo Karyawan

CILEGON, SNOL—PT Seamless Pipe Indonesia Jaya (SPIJ) memberikan konfirmasi terkait aksi demonstrasi serikat pekerjanya yang terjadi pada Jumat (11/4) lalu.PT SPIJ mengaku telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan perwakilan dari serikat pekerja sebagai upaya mencapai kesepakatan diantara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut dikatakan, SPIJ menjelaskan langkah restrukturisasi perusahaan yang terpaksa diambil dan berdampak pada sejumlah karyawan. “Membanjirnya produk impor telah memberikan dampak yang sangat besar bagi produksi domestik. Sejauh ini, SPIJ telah berupaya untuk memitigasi dampaknya dengan meminimalisasi kapasitas,” kata perwakilan dari Tenaris SPIJ, Kamelia Mohammad dalam siaran persnya yang diterima Satelit News, kemarin.

Namun, katanya, penurunan produksi memaksa perusahaan untuk melakukan reorganisasi ulang beberapa fungsi internal demi kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Ditambahkannya, sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk memprioritaskan kesejahteraan karyawan, SPIJ telah dan akan terus bekerjasama dengan serikat pekerja agar permasalahan yang ada dapat selesai dan menguntungkan kedua belah pihak.

 Sebagai bentuk niat baik perusahaan, ujarnya SPIJ sebelumnya juga memenuhi permintaan serikat pekerja sebelum demo pertama yang berlangsung pada 11 April 2014. Sayangnya, demo tetap berlangsung dan serikat pekerja justru menambah tuntutan mereka dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Jum’at. SPIJ ujarnya ingin menekankan bahwa dalam seluruh operasionalnya di Indonesia, perusahaan berkomitmen  melakukan praktek bisnis beretika dengan mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, ratusan karyawan PT Tenaris Seamless Pipe Indonesia Jaya (SPIJ) berunjuk rasa di depan pintu utama kawasan pabrik tersebut, di Jalan Antartika I Kawasan Industri KIEC, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Jumat (11/4). Koordinator buruh  PT Tenaris SPIJ Hikmatul Walid mengatakan, aksi yang dilakukan oleh para buruh dilatarbelakangi adanya PHK sepihak oleh manajemen perusahaan.

“Mereka melakukan PHK kepada 13 buruh dengan alasan adanya efisiensi pekerja tapi pihak manajemen justru merekrut orang-orang baru. Padahal yang mereka pecat adalah buruh tetap yang sudah bekerja selama 20 tahun lebih atau sejak awal pabrik ini beroperasi, ” kata Walid. Ditambahkan Walid, alasan tersebut tidak mendasar. Pihak buruh justru mengendus adanya permainan yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan yang dilakukan bagian HRD perusahaan tersebut. “Sudah jelas di sini kita melihat adanya kejanggalan. Memang dari dulu juga kita sudah curiga ada permainan kotor yang dilakukan oleh kepala HRD PT SPIJ yaitu Yanuar Tomi,” kata Walid. (made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.