Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Sulut Emosi Keluarga Bos Bakso

TIGARAKSA,SNOL—Sunarti (35) dan Subandi (32) mengamuk dalam rekonstruksi pembunuhan Suwarno (40), juragan bakso asal Serpong, Tangsel di Mapolresta Tigaraksa, Rabu (23/4).Dua adik Suwarno itu memaki serta menghujat tersangka Ricky Sutiawan yang menyebutkan pembunuhan terjadi karena perselingkuhan.

Hujatan kepada tersangka dilontarkan setelah reka ulang pembunuhan terhadap Suwarno dilakukan. Dengan penuh luapan amarah disertai badan yang terlihat gemetar, caci maki ditujukan kepada tersangka dari mulut keduanya.

“Dasar pembohong ! Saya tidak percaya pengakuan penjahat kecil kaya dia, kecil-kecil sudah pintar berkelit. Pokoknya hutang nyawa harus dibayar nyawa,” ujar Sunarti. Pembunuhan Suwarno yang juga pemilik warung bakso ‘Rasa Nyaman’ di Serpong Utara, Tangerang Selatan dilakukan Ricky Sutiawan dan seorang temannya, Rudi, Jumat 11 April 2014 lalu. Setelah kabur ke Sumatera Selatan, Ricky ditangkap Polresta Tigaraksa. Dalam pengakuannya kepada petugas, pemuda berusia belasan tahun itu menyatakan membunuh Suwarno yang juga bosnya karena kesal. Dia kesal Suwarno berselingkuh dengan ibunya.

Keterangan berselingkuh itulah yang membuat keluarga Suwarno marah. Menurut Subandi, korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak mungkin bermain gila dengan ibu tersangka. Korban justru dengan terbuka menerima tersangka Ricky dan Rudi Endi (30) untuk bekerja di warung baksonya. Menurut keterangan keluarga korban, Ricky kerja sudah satu bulan lamanya, sedangkan Rudi baru bekerja selama satu minggu. Dalam kesehariannya, Suwarno terlihat dekat dan tidak ada masalah apapun dengan para pegawainya itu.

 “Suwarno itu orang baik-baik, tidak mungkin dia berperilaku seperti apa yang diungkapkan si Ricky. Pokoknya kami mengharapkan dia dihukum seberat-beratnya, kalau bisa hukum mati sekalian,” ungkap Subandi dengan penuh kekesalan. Setelah meluapkan emosinya selama setengah jam, keluarga korban kemudian meninggalkan Satreskrim Mapolresta Tangerang.

Dalam rekonstruksi tersebut, teradap 13 adegan diperlihatkan dalam rangkaian rencana pembunuhan yang dilakukan oleh Ricky dan Rudi untuk menghabisi Suwarno (40).

Awal mula Ricky berniat menghabisi korban setelah melihat pesan singkat (SMS) di handphone korban, (10/4). SMS tersebut berisikan pesan mesra dari ibu tersangka kepada Suwarno. Ricky kemudian menceritakan peristiwa itu kepada rekannya yang bernama Rudi.

Keesokan harinya (11/4), Ricky kalap dan berpikir untuk menghabisi nyawa korban. Ricky mengajak rekan kerjanya yang bernama Rudi dengan mempersiapkan sebuah balok yang diambil dari bengkel di sebelah warung baksonya dan disimpan disamping freezer. Saat korban menyiapkan panci untuk memulai rutinitas berdagang bakso, Rudi dari belakang menghantamkan balok tersebut. Setelah korban terkapar dalam keadaan tertelungkup, Ricky mengambil kembali balok tersebut dan menghantamkannya kembali ke kepala korban. Kedua tersangka itu memasukkan jasad korban ke dalam freezer yang biasa digunakan untuk menyimpan daging beku.

Iptu Fandi Arisca, Kanit Jatanras Polresta Tangerang mengatakan motif pembunuhan yang dilakukan tersangka adalah akibat hubungan perselingkuhan yang dilakukan ibu pelaku, Ricky Sutiawan dengan korban. Motif tersebut diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap handphone korban. Handphone korban sendiri sempat dijual tersangka di Palembang, Sumatera Selatan saat pelarian. Rencananya, tersangka akan didakwa dengan pasal 340 atau 338 dan 365 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Hingga saat ini, tersangka Rudi terus dilakukan pengejaran di Palembang. Dengan dibantu tim Resmob Polda Metro Jaya,” pungkasnya. (mg19/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.