Sekolahnya Bodong,19 Pelajar Tak Ikut UN

TANGERANG,SN—AW, pelajar SMK Penerbangan Angkasa Insan Raya (AIR) Kota Tangerang tengah bersedih hati. Dia dan 18 pelajar lainnya di SMK yang sama gagal mengikuti ujian nasional tahun 2014 ini karena sekolahnya tidak memiliki izin alias bodong.

Peristiwa kegagalan siswa – siswi SMK Penerbangan AIR mengikuti ujian nasional diketahui setelah sembilan siswa dan orangtuanya mendatangi Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Rabu (23/4) lalu. Mereka bertemu dengan Kepala Seksi (Kasi) SMA Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Ahmad Amarullah. Dalam kesempatan itu, siswa dan orangtuanya meminta Dinas Pendidikan memberikan kesempatan agar mereka bisa mengikuti ujian nasional di tahun 2014. Setelah bersekolah selama 3 tahun terakhir, para pelajar itu ingin segera lulus.

Namun sayangnya, keinginan mereka mengikuti ujian nasional tidak bisa terwujud. Ahmad Amarullah mengatakan SMK Penerbangan Angkasa Insan Raya tidak memiliki izin sebagai sekolah. SMK yang berjarak 100 meter dari kantor Dinas Pendidikan Kota Tangerang itu tidak memenuhi syarat untuk menjadi sebuah sekolah. Untuk mendapatkan izin, ujar Amarullah, sekolah harus meluluskan satu angkatan terlebih dulu. Sebelum mampu meluluskan angkatan, SMK Penerbangan AIR seharusnya melakukan koordinasi dengan Dindik Kota Tangerang agar siswanya mengikuti ujian nasional dengan cara menginduk ke sekolah lain. Namun pihak SMK Penerbangan AIR tidak melakukan koordinasi tersebut.

“Sampai saat ini, Dindik masih terus mengumpulkan informasi dari sekolah, orang tua, dan siswa terkait persoalan ini. Terkait ujian nasional, kemungkinan akan ikut ujian tahun depan,” ujar Amarullah, kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Lutfi mengungkapkan, SMK Penerbangan Angkasa Insan Raya (AIR) yang berdiri tahun 2011 belum memiliki izin mendirikan sekolah. Menurut pengakuannya selama ia menjabat, belum ada pihak SMK AIR yang mendatanginya. Sekarang, Lutfi meminta kepala sekolah untuk menyelesaikan perizinannya terlebih dahulu. Itu pun sesuai prosedur yang berlaku mulai dari kepemilikan lahan, gedung, Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), akta notaris, tenaga pengajar, siswa, kurikulum dan izin operasional.

“Perizinannya diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia juga tidak bisa memberikan dispensasi bagi 19 siswa SMK yang belum mengikuti ujian nasional. Dia mengatakan UN reguler sudah selesai dilaksanakan dan UN susulan pun sudah berakhir. Karena pelaksanaan UN dari pusat, tidak akan bisa dilaksanakan UN ulang apalagi susulan.

“Para siswa itu juga tidak bisa ikut ujian nasional paket C,”tegas Lutfi. Kemarin, (24/4), Kepala Sekolah SMK Penerbangan AIR, Ade Irawan terlihat mendatangi Kantor Dindik Kota Tangerang. Menurut pengakuan Ade, sejauh ini ia masih berusaha menyelesaikan perizinan dan berkas-berkas lain yang belum diselesaikan.

“Sudah beres, semua sedang diatur perizinannya,” ujarnya. Saat disinggung mengenai keberadaan sekolah, ia mengaku sekolahnya masih beralamatkan di kelurahan Koang Jaya yang masuk pada pukul 11.30 WIB.

“Sekolah masih di sana, belum pindah,” ujarnya.

Sekolah Numpang di Gedung TK

Berdasar penelusuran Satelit News, SMK Penerbangan Angkasa Insan Raya (AIR) yang menurut brosur tertera di Jl. H. Sa’alan No. 1 Kelurahan Koang Jaya Kecamatan Karawaci Kota Tangerang (Belakang kantor pemadam kebakaran) ternyata beralamat sama dengan sekolah Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Al-Ma’sum.

Gedung sekolah itu dalam kondisi pintu gerbang digembok, tak berpenghuni dan gerbang dijadikan tempat menjemur pakaian. Menurut keterangan warga sekitar, sudah hampir satu bulan siswa SMK Penerbangan AIR tidak lagi belajar gedung tersebut. Diketahui, jumlah siswa SMK Penerbangan AIR dari kelas 1 hingga kelas 3 mencapai 64 orang. Saat ini, pihak sekolah sudah mulai menyebarkan brosur penerimaan siswa baru. (mg14/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.