Wawan-Atut Sesenggukan

JAKARTA,SN—Isak tangis Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan pecah saat bertemu kakak kandungnya Ratu Atut Chosiyah di ruang tunggu tahanan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/4). Keduanya menangis sesenggukan selama lebih dari dua menit dalam pertemuan mengharukan seusai persidangan kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mokhtar dalam Pemilukada Lebak dengan terdakwa Wawan.

Kemarin, Wawan menjalani persidangan mendengarkan keterangan dua saksi yakni Hakim Konstitusi, Maria Farida dan Akil Mokhtar. Selepas sidang yang berakhir pukul 12.50 itu, Wawan berjalan menuju ruang tunggu. Awalnya wajah suami Airin Rachmi Diany itu terlihat sumringah. Dia bersedia menjawab pertanyaan wartawan. Namun suasana hatinya berubah ketika memasuki ruang tunggu tahanan. Di sana dia bertemu dengan kakaknya, Gubernur Banten, Atut Chosiyah yang sedang menunggu giliran memberikan kesaksian untuk persidangan dengan terdakwa, Akil Mokhtar.

Wawan yang mengenakan batik hijau terlihat langsung mencium tangan Atut yang memakai baju batik warna cokelat dan kerudung hitam. Sedetik kemudian keduanya berpelukan cukup lama. Wawan dan Atut yang tidak pernah bertemu sejak Oktober 2013 pasca penahanan KPK menangis sesenggukan sembari berpelukan. Puluhan keluarga dan kerabat yang hadir di ruang tunggu untuk mendampingi juga ikut menangis.

Ketua Kadin Banten itu tak banyak berkata-kata seusai pertemuan dengan Atut Chosiyah. Dia lebih banyak duduk dan berdiam diri. Atut tampak lebih tegar. Gubernur perempuan pertama di Indonesia itu mengusap kepala dan menepuk-nepuk bahu adiknya seperti sedang memberikan petuah. Sementara sang adik hanya menunduk. Pertemuan antara keduanya berlangsung lebih kurang 30 menit.

Wawan dan Atut Chosiyah sama-sama terjerat kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mokhtar dalam Pemilukada Lebak. Kasus pemilukada Lebak melibatkan beberapa terdakwa seperti Akil Mokhtar, TB Chaeri Wardana, Atut Chosiyah dan Susi Tur Andayani. Wawan, Akil dan Susi Tur Andayani lebih dulu disidangkan.

Dalam persidangan dengan terdakwa Wawan di PN Tipikor kemarin, Hakim Konstitusi, Maria Farida Indrati yang diperiksa sebagai saksi mengaku tidak mengenal Wawan dan tidak memiliki hubungan kerja atau yang lainnya dengan terdakwa.

“Tidak kenal, tidak ada hubungan keluarga,” kata Maria kepada Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/4). Maria Farida Indrati juga membantah, ada tawar menawar dalam memutuskan perkara sengketa pemilukada di MK.

“Tidak pernah ada tawar menawar, tidak ada permintaan uang untuk panel,” kata Maria. Dia mengaku, selama ini tidak pernah mengetahui jika ada hakim MK menemui pihak yang sedang berperkara. Bahkan, tidak jarang diinternal hakim saling mengingatkan.

Selain Maria, jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menghadirkan mantan Ketua MK Akil Mochtar sebagai saksi bagi adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah tersebut.

Dalam kesaksiannya, Akil mengaku bertemu Atut di Singapura. Namun dia mengatakan keberangkatannya ke Singapura bukan khusus untuk bertemu Atut, melainkan untuk keperluan berobat. Tapi dirinya tidak menampik pada pertemuan itu, Ratu Atut sempat menanyakan permohonan sengketa hasil Pilkada di wilayah Banten.

“Saya mengatakan saya tidak ingat persis karena belum ada perkara waktu itu masuk dari Banten, karena waktu itu saya ke Singapura kepentingan berobat,” katanya. Lebih lanjut Akil menceritakan, pada pertemuan itu Atut juga meminta bantuan dalam sengketa Pilkada di Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, dan Serang.

“Setelah berbicara beliau mengatakan ya kalau bisa dibantu, dibantulah. Saya menjawab saya tidak bisa memastikan tapi kita lihat proses perkara dulu,” ujarnya.

“Apakah dengan jawaban seperti itu saudara memberi peluang memberi bantuan?” tanya jaksa Dzakiyul Fikri.

“Tidak. Kalau saya memberi peluang, saya menyatakan bisa membantu,” jawab Akil. Akil membantah pernah melakukan pertemuan di JW Marriot Singapura. Hal ini berbeda dengan keterangan Wawan dalam persidangan sebelumnya yang menyebutkan ada pertemuan di JW Marriot Singapura. (mg17/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.