Dua Bersaudara ‘Digarap’ Tetangga

Sakit Saat Kencing, Laporan Korban Sempat Ditolak Polisi

TANGERANG,SNOL— Wajah MPA (8) dan RPA (4) masih terlihat ceria saat bermain bersama teman-temannya. Di siang hari, kakak beradik warga Kelurahan Panunggangan Kecamatan Pinang Kota Tangerang itu tidak terlihat menderita trauma akibat pencabulan. Tapi, keduanya kini memiliki kesamaan. Selalu kesakitan ketika buang air kecil dan rewel di malam hari.

Dua kakak beradik yang tinggal di salah satu gang buntu di Kelurahan Panunggangan Kota Tangerang itu dilaporkan telah mengalami pelecehan seksual atau pencabulan oleh AC, tetangganya sendiri. AC yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot kini sudah menghilang dari kontrakan tempatnya tinggal.

Ibu kandung korban, Mila (38) mengatakan kedua anaknya mengaku telah dicabuli AC. Awalnya sang kakak, MPA yang mengungkapkan kalau bagian kemaluannya pernah dipegang oleh pria tersebut. Kemudian disusul pengakuan adiknya RPA yang juga  mengaku mendapat perlakuan sama.

“Katanya kemaluannya dipegang, ditusuk pakai jari. Yang adiknya lebih parah, karena kemaluan anak saya dimasuki kemaluan si pelaku. Pantes saja anak suka mengeluh susah untuk buang air ke-cil beberapa waktu lalu, sempat sakit dan rewel,” ungkap Mila, Sabtu (26/4). MPA dan RPA memberitahukan ibunya pada Kamis 17 April 2014. Mila juga sudah melaporkannya ke ketua RT setempat. Bahkan, dirinya pernah dipertemukan dengan pelaku. Namun pelaku membantah sudah melakukan perbuatan biadab itu.

“Saat itu dia membantah. Ya sudah saya bilang, kita lanjutkan saja kasus ini ke kepolisian,” ungkapnya. Saat kejadian, Mila sedang tidak ada di rumah dan rumahnya dalam keadaan sepi. Pelaku memang sering main ke rumah karena satu pekerjaan dengan pamannya dan sering memberikan anaknya uang untuk jajan.

“Tapi saya bingung kenapa dia bisa melakukan hal tersebut,” ungkapnya. Mila akhirnya penasaran dan memeriksakan kedua anaknya ke Rumah Sakit (RS). Dia meminta anaknya untuk divisum di RSUD Tangerang. Namun pihak rumah sakit meminta korban untuk melapor ke kepolisian terlebih dahulu. Akhirnya, pada tanggal 20 April 2014, dia melapor ke Polres Metro Tangerang. Namun, Polres Metro Tangerang menolak laporan korban karena korban ketika ditanya tidak tahu kapan kejadiannya dan kurang bukti.

Geram dengan tindakan kepolisian, Mila mencoba memeriksakan anaknya ke RS As-Sobirin, Serpong. Hasil rekam medis yang diterima MPA anak pertamanya, mengalami memar kemerahan pada dinding kemaluannya. Sedangkan, RPA, anak bungsunya, sudah mengalami memar bagian dalam kemaluannya itu.

Akhirnya, Mila pada tanggal 25 April 2014 pukul 09.00 Wib melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta dengan nomor laporan 176/KPAI/PGDN/IV/2014. Setelah melapor ke KPAI barulah siang harinya sekira pukul 13.57 Wib, Polres Metro Tangerang menindaklanjuti laporan korban. Dia melaporkan pelaku dengan nomor laporan LP/B/294/IV/2014/PMJ/ Restro Tangerang Kota tentang pencabulan terhadap anak. Rencananya kedua anak tersebut akan dilakukan pemeriksaan untuk bukti dalam laporannya, Senin (28/4). (mg17/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.