Curi Besi, 10 Bulan Penjara Menanti

SERANG,SNOL— Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, menuntut mantan karyawan PT JCM berinisial AB dengan tuntutan 10 bulan penjara. AB dituntut karena diduga bersama-sama telah mencuri potongan besi dan seng milik PT Jakarta Central Motor (JCM) sebanyak satu truk.

Tuntutan tersebut disampaikan JPU pada sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, dengan majelis hakim diketuai Luisa Beti. Sedangkan JPU-nya Sudiarso, Senin (28/4).

Dalam tuntutannya, JPU Sudiarso menyatakan terdakwa telah terbukti dan memenuhi unsur dalam pasal 363 KUHP, dimana  terdakwa AB bersama-sama dengan EW (DPO) dan Jas (DPO) secara bersama-sama melakukan pencurian besi dan seng milik PT JCM pada Sabtu 1 Februari 2014 sekitar pukul 20.00 WIB, di Desa Julang Kecamatan Cikande Kabupaten Serang.

Berdasarkan fakta di persidangan dari hasil keterangan saksi-saksi dan terdakwa, awalnya AB memberitahukan kepada EW dan Jas tentang potongan seng dan potongan besi yang ada di dalam gedung yang sedang dibangun di PT JCM. Kemudian terdakwa mengajak EW dan Jas untuk mengambil potongan besi dan potongan seng tersebut. Setelah itu, EW membawa mobil Dum Truck masuk dalam gedung yang sedang dibangun itu, lalu terdakwa dan Jas ikut masuk dalam gedung melalui celah samping gedung.

“Namun kemudian saksi Mardan melihat ketiganya saat memuat potongan besi dan seng tersebut ke dalam mobil hingga penuh. Kemudian EW dan Jas membawa mobil itu keluar dari gedung. Lalu EW dan Jas pergi menjual potongan besi dan seng itu,” ungkap Sudiarso.

Sementara, terdakwa pulang menunggu EW dan Jas. Setelah terjual, keduanya menemui terdakwa di Mess PT JCM dengan memberikan bagian hasil penjualan senilai Rp900 ribu. Tak lama, saksi Darwis Syahrial menghubungi terdakwa menanyakan siapa yang mengeluarkan potongan seng dan besi itu. Terdakwa kemudian mengakuinya hingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

Dalam pertimbangannya, JPU menyebutkan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa merugikan PT JCM sekitar Rp2 juta, kemudian sebagai orang kepercayaan perusahaan perbuatan terdakwa telah mengecewakan. “Hal yang meringankan, terdakwa sopan, belum pernah dihukum, dan mengakui perbuatannya,” katanya.(fuadudin bagas/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.