Sopir Elp Blokir Jalan Provinsi

Lalulintas Lumpuh

PANDEGLANG,SN— Ratusan awak angkutan umum (Angkum) Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jenis elp atau PS, rela mogok narik alias tidak mengoperasikan kendarannya seharian. Mereka memilih rame-rame memblokir jalan provinsi yang rusak, di ruas jalan Picung-Saketi sekitar 10 Km lebih.

Para sopir yang mayoritas merupakan warga pribumi Kecamatan Picung, Munjul dan sekitarnya itu memarkirkan kendaraannya di pinggir ruas jalan provinsi, tepatnya di simpang jalan Munjul-Malingping. Kemacetan lalulintaspun tak terhindarkan. Akibat deretan kendaraan PS mencapai 3 Km, membuat kendaraan pribadi dan jenis roda dua kesulitan melintas.

Sambil membawa poster bertuliskan tuntutan, para sopir tak henti-hentinya berteriak menyoal ruas jalan rusak yang sudah hampir dua tahun ini tak kunjung diperbaiki. Aparat kepolisian yang mengawal aksi mogok ratusan sopir itu, berjaga-jaga dibagi di empat titik, sebagian diantaranya mengatur arus lalulintas jalan.

Akibat aksi mogok itu, warga sekitar yang hendak menggunakan jasa angkutan umum

 untuk aktivitasnya terganggu karena mereka sulit mendapatkan angkutan menuju pasar, sekolah, kantor dan beberapa lokasi lainnya.

Disatu sisi, aksi mogok para sopir itu menguntungkan jasa tukang ojek. Warga terpaksa menggunakan jasa tukang ojek untuk menuju pasar Munjul, pasar Picung dan lokasi lainnya. Warga rela membayar ongkos dua kali lipat demi sampai ke lokasi tujuannya.

Salah seorang sopir elp, Zaenal mengatakan, aksi mogok itu sebagai bentuk kekecewaan yang memuncak dari para sopir. Dengan kondisi jalan rusak parah itu, onderdil kendaraan banyak yang mengalami kerusakan. Hal itu merugikan para sopir angkutan, karena uang setoran kerap berkurang hanya untuk memperbaiki kendaraan.

“Kami setiap hari harus lewat sini, jalannya rusak parah. Kalau kondisinya begini terus, kami rugi,” kata Zaenal, Senin (28/4).

Koordinator aksi, Ucup mengatakan, pihaknya menuntut agar ruas jalan segera diperbaiki untuk kelancaran transportasi dan tidak melulu merusak kendaraan mereka. Selain sopir, keluhan serupa juga disampaikan penumpang dan warga sekitar. Sehingga, aksi mogok para sopir juga mendapat dukungan dari warga Munjul, Picung dan sekitarnya. “Kalau aksi kami kali ini tidak ditanggapi, kami akan aksi lagi. Pokoknya kami pengen jalan ini segera diperbaiki,” ujarnya.

Aksi mogok ratusan sopir elp itu berlangsung sekitar 7 jam dari pukul 09.00 WIB. Aksi massa membubarkan dengan tertib, setelah merasa cukup menyampaikan aspirasinya. Dan anggota kepolisian resort (Polres) Pandeglang, akhirnya membubarkan diri kembali ke Mapolres.

Kasat Sabhara Polres Pandeglang AKP Suyana mengatakan, pihaknya hanya mengamankan jalannya aksi. Anggota yang diterjunkan untuk pengamanan sekitar 3 Satuan Setingkat Kompi (SSK), dibantu Polsek dan satuan lainnya, “Kami hanya mengamankan, untuk mengantisipasi kerusuhan dalam aksi itu,” imbuhnya. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.