Diana Tewas Berbalut Mukena

CILEGON,SN— Maut menjemput Febri Diana (55) dengan cara tidak wajar. Wanita paruh baya itu tewas mengenaskan dengan kondisi masih mengenakan mukena yang sudah bersimbah darah serta terdapat bekas luka sabetan benda tajam di sekujur tubuhnya, Selasa (29/4) pukul 08.00 Wib. Di dekat tubuh korban ditemukan sebilah samurai.

Korban yang ditemukan sudah terkapar di lantai kamar rumahnya itu seketika memecah heningnya suasana pagi dan mengejutkan warga RT.03/01, Lingkungan Tegalwangi Keruwuk Kelurahan Rawa Arum Kecamatan Grogol Kota Cilegon.

Ditemukannya mayat Diana berawal ketika Mahtuti (36), tetangga korban hendak pergi ke pasar. Tiba-tiba, dia dipanggil dengan nada setengah berteriak oleh Suparno, suami korban. Raut wajah Suparno tampak seperti orang yang sedang tegang. Saat dihampiri, lantas Suparno menunjukkan jari tangan ke arah pintu samping rumahnya yang terdapat bercak darah. Suparno curiga ada sesuatu yang terjadi, namun dia tidak berani masuk ke dalam rumahnya. Begitu juga

 dengan Mahtuti.

Mahtuti menyarankan Suparno agar melaporkan temuan darah itu ke pihak berwajib. Dia pun menuruti saran tersebut dan melapor ke Polsek Pulomerak serta ketua RT setempat untuk meminta bantuan.

Sebelum polisi datang, Ketua RT.03/01, Lingkungan Tegal Wangi Keruwuk, Nasehudin dengan beberapa orang lain bersama suami korban, mencoba masuk ke dalam rumah itu. Sesampainya di dalam, mereka terkejut saat melihat Diana sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenakan mukena yang dipenuhi bercak darah. Di sejumlah bagian tubuh korban, terdapat luka bekas sabetan benda tajam.

Korban mengalami luka robek di sekitar keningnya. Di dekat jasad korban ditemukan sebilah samurai yang dipenuhi darah. Tidak lama berselang, polisi datang dan segera mengamankan lokasi untuk melakukan indentifikasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Nasehudin menuturkan, sebelumnya dia merasa curiga dengan kondisi rumah korban. Pasalnya korban yang sering shalat Magrib dan Isya berjamaah itu tiba-tiba tidak terlihat saat shalat Isya, Senin (28/4) malam lalu. Korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang rajin shalat berjamaah di masjid setempat. Sementara dua anak asuhnya, yakni Sani dan Santi, tinggal di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ditanyakan terkait kehidupan rumah tangga korban, ketua RT itu mengaku kurang begitu tahu, karena korban dan suami sirinya tidak pernah melapor selama lima tahun ini.

Sementara menurut keterangan Mahtuti terkait Suparno, dia mengaku tidak begitu mengenalnya. Sepengetahuannya, korban merupakan istri siri Suparno yang duda ditinggal meninggal istri sebelumnya. “Katanya sih Pak Suparno itu baru pulang umroh, karena Pak Suparno memang pensiunan pegawai PLN di Serang,” terangnya.

Kanit 2 Reskrim Polres Cilegon, IPTU Juwita menuturkan, polisi masih melakukan penyidikan. “Sementara ini kami belum bisa memberikan informasi apapun dan tim kami di lapangan masih melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan identifikasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Serang untuk dilakukan otopsi,” ujar Juwita.

Kapolres Cilegon, AKBP Defrian Donimando kepada sejumlah wartawan dikantornya mengatakan. Satuan Reserse dan Krimimal Polres Cilegon masih terus mendalami kasus dugaan pembunuhan tersebut. “Saat ini anggota saya masih terus mendalami dengan memeriksa beberapa saksi terkait kasus dugaan pembunuhan itu,” kata Kapolres.

Disinggung adanya kerlibatkan orang dekat korban yang melakukan pembunuhan, Kapolres belum bisa menyimpulkannya. “Yang jelas kasus ini harus kita ungkap hingga tuntas. Kami dalami terus kasus ini, apakah motifnya murni pembunuhan atau ada unsur lain. Saat ini kami tidak hanya memeriksa para saksi, kami juga mengumpulkan barang bukti yang kita dapat di lokasi,” katanya. (mg-13/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.