Pungli Prona Dilaporkan ke Kejari Serang

SERANG,SNOL– Dugaan pungutan liar (pungli) pada program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di Kabupaten Serang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang. Penyelewengan pada proyek milik Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu diduga melibatkan pemangku kebijakan di tingkat desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, laporan yang disampaikan Senin (28/4) itu terkait dengan dugaan penyelewengan program Prona yang dilaksanakan di Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang. Dalam laporan itu disebutkan, adanya pungutan yang dilakukan panitia pelaksana Prona di tingkat desa atas tekanan oknum kepala desa.

“Dari pengakuan warga di Desa Sukasari, Desa Malanggah dan Desa Bojongpandan, diduga kepala desa menekankan kepada panitia pelaksana PRONA di Desa untuk memungut biaya adinistrasi sebesar Rp200.000 hingga Rp800.000 per bidang tanah kepada penerima program,” kata pelapor bernama Muhamad Sidk.

Sidk yang merupakan Ketua Umum LSM Komunitas Bersatu Rakyat Banten (Kobra) menyatakan, tanpa mengurangi keberhasilan yang dicapai, dalam pelaksanaan program Prona di Kecamatan Tunjungteja masih ditemui adanya penyimpangan-penyimpangan. Menurutnya, di tiga desa itu ada 600 penerima program prona, yaitu 240 bidang di Desa Sukasari, dan masing-masing 180 bidang di Desa Bojongpandan dan Malanggah.

“Untuk Desa Sukasari, temuan kami menyebutkan adanya pungutan sebesar Rp400.000 per bidang, sementara di Desa Bojongpandan pungutannya Rp800.000 per bidang dan di Desa Malanggah Rp200.000 per bidang,” kata Sidk.

Terpisah, Kasie Pidana Khusus Kejari Serang, Triono Rahyudi mengaku belum mengetahui adanya laporan itu. Menurutnya, kemungkinan laporan itu baru masuk ke bagian skretariat dan belum didistribusikan. Apalagi, saat ini Triono mengaku sedang berada di luar kota.

“Saya sedang di luar kota, jadi belum tahu soal laporan itu. Mungkin ada di secretariat, nanti saya cek lagi,” kilah Triono ketika dihubungi melalui poinselnya, kemarin. (ned/enk/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.