Pulang Berdagang, Suami Istri Ditusuk Perampok

Istri Meninggal, Suami Kritis

TANGERANG,SNOL— Lia Puspasari (26) berteriak histeris ketika menemukan ayah dan ibunya, Tjoan Ble (59) dan Lilis Susilo (44) terkapar bersimbah darah di rumah mereka, Rabu (30/4) petang. Sepasang suami istri warga Jalan Bunga Raya RT 04/07 Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk, Kota Tangerang itu menjadi korban penusukan perampok tunggal yang mengincar harta keduanya. Lilis tewas di lokasi kejadian sedangkan Tjoen Bie masih kritis dan harus menjalani operasi di rumah sakit.

Lia menuturkan peristiwa penusukan orangtuanya dia ketahui sekira pukul 18.30 Wib. Saat itu, dia mencoba menelpon ayah dan ibunya namun tidak ada yang menjawab. Perempuan yang menjaga counter handphone di samping tempat kejadian perkara kemudian mencari ayah dan ibunya. Malang tak dapat ditolak, dia justru menemui kedua orangtuanya yang baru pulang dari berdagang di Pasar Sepatan Kabupaten Tangerang berdarah-darah di lantai rumah.

“Saya shock dan langsung berteriak. Saya bawa orangtua saya ke rumah sakit Sari Asih Sangiang,”ujar Lia, Selasa (30/4). Mendengar kabar perampokan tersebut, ratusan warga sekitat langsung datang ke tempat kejadian perkara. Warga yang melintas jalan juga berhenti melihat keadaan sehingga membuat kemacetan panjang. Kemudian, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan korban serta sejumlah saksi terkait peristiwa perampokan rumah pasangan suami istri yang dirampok.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Alamsyah Pelupessy mengatakan, peristiwa itu berawal ketika Tjoan Bie (59), mendengar suara orang masuk ke dalam rumah. Saat ada orang masuk, dia berada di dalam kamar mandi.

“Saat keluar kamar mandi, tiba-tiba dia dibekap oleh pelaku yang ternyata sudah berada di dalam rumah. Korban mencoba melawan, pelaku langsung menikam pisau ke dada dan perutnya,” kata Kapolsek, Kamis (1/5). Meski ditikam, korban tetap melawan hingga berhasil merebut pisau tersebut. Kemudian istri korban, Lily, masuk ke dalam rumah karena mendengar suara gaduh. Akhirnya pelaku juga menikam leher Lily hingga dua-duanya terkapar.

“Peristiwa itu baru diketahui oleh anak korban bernama Lia yang ketika itu sedang menjaga toko ponsel di samping rumah korban. Dia menelfon ibunya tapi tidak diangkat. Saat dihampiri ke dalam rumah, orang tuanya sudah tergeletak bersimbah darah dan kondisi kamar acak-acakan,” jelasnya.

Menurut Kapolsek, dari hasil penyelidikan peristiwa tersebut adalah perampokan yang terjadi di dalam rumah. Dari keterangan saksi dan korban, pelaku berjumlah satu orang. Namun tidak menutup kemungkinan pelaku berjumlah lebih dari satu orang.

“Harta benda yang hilang yaitu tas yang berisi uang tapi kita belum tahu isi uang yang ada didalam tas itu berapa jumlahnya. Karena korban masih dalam perawatan sehingga belum bisa dimintai keterangan,” jelasnya.

Ketika ditanya adanya CCTV di rumah korban, Kapolsek mengatakan CCTV itu tidak berfungsi karena tidak ada monitor dan rekamannya. Jadi, pihaknya menyelidiki dari sisi yang lain. Untuk pelaku sendiri sudah ada gambaran dan dia berharap bisa tertangkap oleh petugas. (mg17/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.