325 Ibu dan Bayi Di Kabupaten Tangerang Meninggal

TIGARAKSA,SNOL—Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang masih tinggi. Zona merah pun ditetapkan di wilayah berjuluk kota 1000 industri ini. Berdasarkan data pemerintah daerah setempat sebanyak 325 ibu dan bayi meninggal di tahun 2013. Bahkan estimasi wilayah tersebut untuk kasus kematian ini mencapai 210 ibu dan anak.

Rincian angka kematian tersebut, yakni 39 ibu, 15 bayi dan 271 neunatus (bayi baru lahir) usia 0-28 hari. Selain itu, estimasi kematian ibu dan bayi setiap tahunnya yakni 210 jiwa. “Tingginya angka kematian ibu dan bayi membuat Kabupaten Tangerang menjadi zona merah di Banten,” ujar Didi Rudianto Ketua Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (Fopkia) Kabupaten Tangerang.

Kabupaten Tangerang juga menjadi penyumbang tertinggi dalam kasus ini, sehingga menempatkan Provinsi Banten di urutan keenam di Indonesia. “Beragam penyebab kematian ibu dan anak, seperti kemiskinan, tidak sehat, lambannya penanganan persalinan dan lainnya. Sehingga perlu adanya sinergi bersama dari organisasi masyarakat, Pemkab Tangerang, dan elemen lainnya,” kata Didi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, KH Ues Nawawi menambahkan, pihaknya sangat mendukung forum yang berbasis pada kepedulian sosial. “Kami sangat respon forum dengan program sosial seperti ini, terlebih kaitannya dengan nyawa ibu dan anak. Ini juga harus menjadi perhatian organisasi masyarakat atau lembaga terkait lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Daerah 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial (Kesos), Moch Maesyal Rasyid menegaskan, pemerintah sudah mengalokasikan dana porgram peduli kesehatan ibu dan anak se Kabupaten Tangerang tahun ini sebesar Rp1.313.000.000. “Saya program pemerintah yang sudah ada bisa bersinergi dengan program emas, sebagai awal mula pembentukan Fokpia,” tandasnya.

Pihaknya berharap, tidak hanya 14 puskesmas yang mendapat prioritas dari program Fokpia namun juga seluruhnya. Sebab di wilayah ada camat, muspika, KUA, kader kesehatan, Kades, Posyandu hingga Puskesmas yang siap bersinergi. Perlu diketahui juga bahwa posyandu itu tempat yang cepat dan mudah didatangi warga di perkampungan.

“Untuk itu pemerintah berharap adanya sinergitas program pemerintah dan Fokpia, ini bisa berjalan menjadi satu tim. Untuk menekan angka kematian ibu dan anak, menginggat estimasi angka kematian 210 jiwa pertahun. Sehingga ada pengakuan dari masyarakat dalam bagian pencapaian program dari Kabupaten Tangerang gemilang,” pungkasnya. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.