Kejiwaan Pembunuh Keluarga Pacar Sehat

Hasil Pemeriksaan Psikiater Polda Metro Jaya

TANGERANG,SNOL—Ramadhan Gumilar alias Gugum, pria berjuluk Jagal Periuk yang menghabisi tiga orang anggota keluarga mantan pacarnya terbukti tidak mengalami gangguan kejiwaan. Meski akhirnya menyesali perbuatannya membunuh Dukut, Herayanti serta Prasetyo, warga Jalan Bungur III No. 184, Kelurahan Periuk Jaya Kecamatan Periuk Kota Tangerang, Gugum dinyatakan waras atau sadar saat melakukan perbuatan jahanam tersebut.

Demikian hasil tes dari tim dokter khusus Psikologi dari Polda Metro Jaya kepada Gugum di Mapolres Metro Tangerang, Jumat (2/5). Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Riad mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka dalam keadaan normal dan dia sadar saat membunuh keluarga mantan pacarnya. Yang menjadi penyebab tersangka melakukan perbuatan sadis adalah emosinya kurang stabil dan gagal dalam mengendalikan emosi diri.

“Tersangka dalam pemeriksaan menjawab dengan santai dan tidak ada gejala-gejala gangguan kejiwaan. Dia sadar dan normal,” kata Kombes Riad, kemarin. Kapolres menambahkan, peristiwa ini terjadi karena adanya akumulasi permasalahan hidup yang dialami Gugum. Sedangkan di sisi lain, pria berusia 27 tahun itu tidak punya tempat untuk menyelesaikan permasalahannya. Akumulasi permasalahan tersebut, kata Riad, seperti meniup balon yang semakin besar, dan ketika ada pemicu atau tersenggol sesuatu akan meledak.

“Kondisi inilah yang terjadi pada diri tersangka.” Hasil pemeriksaan psikiater juga menyebutkan jika emosi tersangka labil dan tidak bisa mengendalikannya. “Jadi, ketika ada pemicunya, dia ber-tindak tanpa berpikir dampak dan akibat yang akan ditimbulkan,” kata Riad.

Gugun mengatakan selama ini menghadapi berbagai masalah keluarga. Antara lain, dia baru tahu bahwa dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang membesarkannya. Masalah lain adalah ibu asuhnya menikah lagi dengan lelaki yang tidak disukainya. Ada juga status Gugun yang masih menganggur, utang pada keluarga mantan pacarnya, Dewi Febrina, 25 tahun, sampai diputuskan cinta dan penolakan orang tua Dewi terhadap Gugun yang ingin memacari anaknya kembali.

“Sehingga ketika adanya penolakan dari Ibunya Dewi untuk bisa kembali berpacaran, menyebabkan ledakan emosi. Gugum kalap dan membantai tiga anggota keluarga mantan pacarnya itu tanpa memikirkan akibat yang terjadi” jelas Kapolres. Gugum yang merupakan warga Perumahan Griya Sangiang, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang itu mengenal Dewi Febriana karena pernah bekerja dengan ayahnya, Dukut, sebagai montir.

“Tersangka sering bantu-bantu di bengkel ayah Dewi yang berprofesi sebagai juragan angkot. Dari situ dia mengenal Dewi dan sempat menjalin hubungan pacaran selama tujuh tahun, namun hubungannya berakhir tahun lalu,” jelas Kapolres. Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyempurnaan berkas perkara pembunuhan tersebut. Kapolres berharap ini secepatnya bisa selesai.

Gugum sendiri mengaku tidak merencanakan pembunuhan tersebut. Dia menyatakan spontan membunuh karena sakit hati dihina keluarga kekasihnya saat berkunjung untuk meminta ber-hubungan kembali dengan Dewi. Saat peristiwa terjadi, dirinya berkunjung ke rumah Dewi untuk meminta izin merajut kembali hubungan asmara dengan Dewi. Namun permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh ibunya Dewi dengan alasan dirinya belum memiliki pekejaan.

“Saya sakit hati karena waktu itu saya meminta kepada Ibunya Dewi namun ditolak karena saya sedang menganggur. Spontan saya mengambil kunci Inggris dan pisau untuk membunuhnya,” terangnya. Gugum sendiri sebenarnya sosok terpelajar. Ia mengaku pernah bersekolah bahasa In-ggris di Australia dan sempat bekerja di Kalimantan dengan perusahaan pertambangan.

“Saya pernah bersekolah bahasa Inggris dan pernah bekerja di Kalimantan. Di Kalimantan, saya mendengar kabar bahwa Dewi sudah mempuyai kekasih lain makanya saya berhenti dari perusahaan tersebut untuk memastikannya. Tapi memang saat itu sudah pisah dengan Dewi,” jelasnya. Dia menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

“Saya meminta maaf kepada keluarga besar korban yang ditinggalkan. Semoga Allah bisa memaafkan para korban yang sudah saya bunuh,” ujarnya. (mg17/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.