Pemkot Masih Berwacana Bangun Terminal Ciledug

TANGERANG,SN— Impian masyarakat Ciledug, Kota Tangerang yang menginginkan memiliki terminal baru dengan penataan layaknya sebuah terminal tipe B, harus bersabar diri.Sebab, Pemkot Tangerang yang seyognya akan membangun terminal Ciledug, hingga kini masih terkendala karena lahan yang saat ini menjadi terminal merupakan milik warga setempat.

“Sebenarnya hasil kajian dari Pemkot Tangerang, rencana pembangunan terminal Ciledug ini idealnya berada di Jalan Hos Cokroaminoto, tapi di sepanjang jalan ini tidak ada lahan yang luas” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Herman Suwarman kepada Satelit News Kamis (1/5).

Pembangunan terminal Ciledug ini sudah menjadi wacana Pemkot, tapi belum ada lahan yang cocok dan luas untuk berkumpulnya kendaraan bus antar kota dan provinsi. Lokasi saat ini yang dijadikan terminal merupakan lahan milik H Komar dan belum mau untuk dibebaskan. Sedangkan bila mencari tempat baru di sekitar terminal tersebut kini tidak ada lahan kosong yang luas bisa mencukupi standar terminal tipe B.

“Untuk itu, kepada masyarakat di wilayah Ciledug dan sekitarnya harap bersabar,” imbuhnya. Ketika ditanya kapan akan dilaksanakan pembebasan lahan? Herman mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan. Bahkan tahun anggaran 2014 pun terminal diperkirakan belum bisa dibangun.

“Yang pasti, jika lahan sudah ada. Pemkot Tangerang akan mengalokasikan anggaran pembebasan lahan dan untuk pembangunan terminal itu sendiri,” pungkasnya.

Burhanudin, salah seorang warga Ciledug mengungkapkan, sebenarnya jika ada terminal yang refresentatif di wilayah ini akan sangat bermanfaat untuk mengurai kemacetan di sepanjang ruas jalan tersebut. Pihaknya meminta kepada Pemkot agar segera membangun terminal Ciledug ini.

“Kami sangat mendukung pembangunan terminal Ciledug ini. Bahkan kebutuhan ini sangat mendesak, karena selama ini angkutan umum yang banyak memutar jalan di dekat pasar itu kerap menimbulkan kemacetan panjang,” harapnya.

Keberadaan terminal diyakini akan mampu mengurai kemacetan yang disebabkan banyaknya angkot mangkal dan memutar di sekitar pasar.

“Kalau ada terminal, angkot-angkot yang ada bisa dilokalisir perputarannya di terminal itu. Sehingga tidak ada lagi angkot yang memutar di jalan dan pusat keramaian kendraan,” tandasnya.(jojo/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.