Siswi SMP Digagahi 7 Pemuda

Satu Pelaku Diduga Anak Kepala Desa

SERANG,SNOL— Masa depan yang suram menghantui AO (15). Gadis ABG warga Carenang yang masih duduk di bangku salah satu SMP di Kabupaten Serang ini harus pasrah direnggut keperawanannya oleh tujuh pemuda secara bergantian di dalam gubuk pembuatan batu bata. Satu diantara pelaku diduga anak seorang kepala desa di Kecamatan Binuang.

Tragisnya lagi, setelah puas melampiaskan nafsu bejadnya, ke tujuh pemuda tersebut meninggalkan korban begitu saja di sebuah jembatan. Kini korban mengalami trauma mendalam.

Peristiwa terjadi pada Jumat (25/4). Awalnya, AO yang tengah bermain dengan teman-teman sekampungnya dijemput oleh UJ, seorang pemuda putra Kepala Desa di Kecamatan Binuang Kabupaten Serang. UJ merayu AO agar ikut untuk bertemu teman-temannya di kampung tetangga, dengan alasan ada pembahasan persiapan Ujian Nasional (UN) yang beberapa hari lagi akan dihadapi pelajar SLTP.

Tanpa curiga, AO mengikuti ajakan UJ. Pertemuan pun akhirnya terjadi antara AO dengan UJ dan temen-temannya. Dalam perbincangan, tidak ada obrolan yang mengarah pada persiapan UN, malah ngobrol ngarol ngidul. AO kemudian minta UJ mengantarkanya pulang. Bukanya diantar pulang, UJ justru malah membawa AO ke sebuah tempat yang katanya ada temen-temanya yang sudah menunggu untuk membicarakan soal UN.

Tak disangka, tempat yang dimaksud adalah sebuah gubuk tempat pembuatan batu bata. Di tempat itu ternyata sudah menunggu temen-temen UJ. Di sana, AO dipaksa meminum minuman kaleng yang diduga sudah dicampuri minuman keras. AO yang sudah setengah tidak sadarkan diri langsung ditelanjangi dan digagahi secara bergantian sampai Sabtu (26/4) pagi.

Setelah puas mencabuli korban, UJ dan teman-temanya kemudian membawa AO ke sebuah jembatan. Di sana AO ditinggalkan seorang diri. Beruntung, paman korban yang kebetulan lewat hendak pergi ke pasar, mengenali korban dan langsung membawanya pulang ke rumah.

Ibu korban, Jani, tersentak malihat putri keempatnya pulang dengan kondisi lusuh dan pucat. Dia tidak terima anaknya diperlakukan semena-mena oleh para pelaku. Dia pun langsung melaporkan kejadian yang menimpa buah hatinya ke Mapolsek Carenang. Jani meminta agar aparat berwajib menangkap para pelaku dan menghukum dengan seberat-beratnya. “Pokoknya para pelaku harus segera ditangkap, jangan dikasih ampun dan berikan hukuman yang seberat-beratnya,” jelas Jani saat ditemui usai melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Carenang.

Sementara itu, Kapolsek Carenang, AKP Zaenudin, membenarkan peristiwa tersebut. Meski pihaknya tidak menangani perkara itu, namun tetap membantu korban dalam hal mengarahkannya ke Mapolres Serang.

“Benar, AO jadi korban pencabulan oleh tujuh pemuda desa tetangga. Peristiwa ini sudah ditangani unit PPA Reskrim Polres Serang,” jelas Zaenudin.

Pihaknya telah mengantongi nama-nama seluruh pelaku untuk kemudian diberikan ke Unit PPA Satreskrim Polres Serang. “Dua pelaku sudah diamankan Polres, tinggal lima lagi yang masih dalam pengejaran. Kemungkinan ada pihak-pihak yang mencoba untuk membawa lari dan menyembunyikan pelaku. Kami juga akan turun tangan melakukan pengejaran,” tukasnya.

Sementara itu, AO mengaku dirinya dipaksa untuk melayani tujuh pemudayang sedang mabuk secara bergantian. “Habis dipaksa untuk minum, saya disuruh gituin mereka,” jelas AO yang masih trauma dengan kejadian tersebut. (bagas/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.