Bupati “Ngamuk” Saat Apel Hardiknas

Giliran Anak SMA Dimarahi

SERANG,SNOL— Akhir-akhir ini Bupati Kabupaten Serang Ahmad Taufik Nuriman terlihat sering naik pitam. Dia selalu terlihat emosional. Dalam dua kegiatan yang digelar Pemkab Serang, dalam dua kesempatan itu pula Taufik menunjukkan sikap emosionalnya. Anehnya sikap sang kepala daerah tersebut justru diperlihatkan pada dua kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Kejadian pertama sikap emosional yang ditunjukkan Taufik terjadi saat acara pelepasan peserta jalan santai di Pendopo Bupati Serang, Jumat (2/5). Namun setelah acara selesai, Taufik terlihat naik pitam lalu dengan nada tinggi meminta Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Saepudin untuk segera menghadap Taufik lantaran Saepudin terlambat datang.

Selang tiga hari pasca peristiwa tersebut dan masih dalam rangkaian acara yang sama berupa apel pagi peringatan Hardiknas yang juga bertempat di Pendopo Bupati Serang, Senin (5/5), Taufik kembali terlihat “mengamuk”. Kali ini disebabkan oleh ulah salah satu peserta apel berasal dari SMAN 1 Baros yang Taufik nilai telah melecehkan dirinya karena memberikan celetukan “amin” dengan nada cukup keras saat Taufik tengah menyampaikan pidatonya.

Pantauan Banten Pos (grup Satelit News), apel pagi pada awalnya berjalan dengan baik. Dimana semua unsur apel berjalan dengan lancar. Namun suasana mendadak menjadi tegang ketika Taufik memberikan pidatonya sebagai Inspektur Upacara. Penyebabnya ketika Taufik tengah memberikan pidato, tiba-tiba terdengar celetukan kata “amin” dengan nada yang tinggi. Padahal isi pidato yang disampaikan tidak ada sangkut pautnya dengan kata-kata tersebut.

Mendengar celetukan itu seketika Taufik terlihat naik pitam dan langsung menghentikan pidatonya. “Itu siapa yang bilang-bilang amin,” ucap Taufik dengan nada tinggi.

Tidak berhenti sampai disitu, Taufik yang sudah naik pitam langsung turun dari mimbar dan menghampiri para peserta apel. Saat itu Taufik mengira perkataan itu berasal dari para PNS yang berada persis di barisan peserta apel asal SMAN 1 Baros. Dia sempat memerintahkan PNS itu untuk maju ke tengah lapangan. Namun seketika itu kelompok PNS yang merasa tidak bersalah memberitahukan jika sumber suara celetukan itu berasal dari siswa SMAN 1 Baros. Sejurus dengan hal itu, Taufik menaruh tangannya di pinggang dan langsung mendatangi siswa tersebut.

“Siapa tadi yang bilang amin, ngaku? Kok pelajar yang masuk ke pendopo kelakuannya seperti ini. Itu amin-nya bukan amin biasa tapi amin pelecehan,” katanya.

Lantaran tidak ada yang mengaku, Taufik pun kembali naik ke podium. Saat di podium pun Taufik terlihat masih emosi dan sempat mengeluarkan kata-kata yang melarang siswa SMAN 1 Baros datang ke pendopo.

“Pokoknya sebelum ada yang ngaku dan minta maaf, SMAN 1 Baros tidak boleh datang lagi ke pendopo,” tegasnya.

Saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Taufik mengakui, dirinya telah menegur siswa SMAN 1 Baros saat apel. Hal itu dilakukan lantaran dia merasa tersinggung dengan celetukan “amin”. Dia menilai kata tersebut sebagai pelecehan terhadap dirinya.

“Gak sreg saja, saya sedang bicara tentang kekerasan dalam pendidikan tiba-tiba ada yang bilang amin. Itu kan gak nyambung tapi itu malah terkesan agar saya cepat berhenti (berpidato, red),” tuturnya.

Meski demikian, permasalahan tersebut sudah selesai karena dari pihak siswa didampingi pihak sekolah dan Dindikbud telah meminta maaf secara langsung. “Tapi sudah beres, tadi empat siswa sudah ngaku dan minta maaf. Jadi semua sudah beres tidak ada masalah lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Saepudin menyatakan, semua sudah beres, dimana empat siswa yang mengaku mengeluarkan kata-kata itu langsung menghadap Bupati Serang untuk meminta maaf. (dwa/enk/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.