Lima Pelaku Pencabulan Siswi SMP Disembunyikan

SERANG,SNOL— Sebanyak lima dari tujuh pelaku pemerkosaan terhadap AO (15), siswi salah satu SMP di Kabupaten Serang, hingga kemarin belum juga berhasil ditangkap. Pihak kepolisian menduga, mereka telah melarikan diri dan bersembunyi atau disembunyikan di suatu tempat di luar daerah.

Polisi mengaku kesulitan menangkapnya. Buronnya para pelaku pencabulan terhadap gadis ABG warga Carenang, Kabupaten Serang tersebut membuat petugas kepolisian menetapkan kelimanya sebagai daftar pencarian orang (DPO). Pelarian mereka juga diduga diketahui oleh salah seorang tokoh masyarakat yang kemudian tidak luput dari pemeriksaan.

Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak, Reskrim Polres Serang, Aipda Juwandi membenarkan adanya kecurigaan terhadap salah satu tokoh masyarakat yang diduga mengetahui pelarian para pelaku. Tokoh tersebut bernama Buang, yang awalnya diduga menyembunyikan para pelaku.

“Pak Buang sudah kami periksa. Dia membantah telah

 menyembunyikan para pelaku. Berdasarkan pengakuannya, justru Buang berencana mengajak para pelaku ke Polres untuk menjalani pemeriksaan pada malam hari sebelum para pelaku melarikan diri, karena tidak ada kendaraan maka ditunda hingga pagi hari. Saat para pelaku hendak dijemput, ternyata mereka sudah kabur,” jelas Juwandi.

Sementara, pihak keluarga bersikukuh bahwa pelaku disembunyikan oleh Buang. Kecurigaan tersebut bermula saat para pelaku berkumpul dirumah Buang, namun saat akan dilakukan pemanggilan mereka menghilang.

Hal tersebut disampaikan oleh orang tua korban, Anshari. Menurutnya, Buang adalah mantan anak buah orang tua salah satu pelaku, yakni mantan Carik (Sekretaris desa, red) di salah sartu desa di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang.

Bahkan, Buang sempat mendatangi rumah korban untuk berdamai dan meminta penghentian kasus di kepolisian untuk diselesesaikan secara kekeluargaan. Tapi tawaran itu ditolak pihak keluarga korban. Dari situlah dugaan kuat Buang menyuruh para pelaku kabur.

“Kecurigaan kami bermula saat Buang menyambangi rumah kami sehari sebelum dua pelaku lainnya ditangkap Polisi. Dia (Buang, red) mempertanyakan kelanjutan kasus yang menjerat keponakaannya itu,” ujar Anshari.

Menurut Anshari, pihaknya pun menjawab pertanyaan Buang dengan menyatakan akan terus melanjutkan kasus ini hingga meja hijau dan kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Serang.

“Usai bertanya-tanya, kemudian mereka (Buang bersama kerabat pelaku, red) pulang. Mungkin dia sudah tahu kasusnya ditangani, makanya para pelaku disembunyikan. Salah satu pelaku yang belum tertangkap juga ada yang merupakan anak dari mantan kepala desa di Kecamatan Binuang,” jelas Anshari.

Diberitakan sebelumnya, masa depan yang suram menghantui AO (15). Gadis ABG warga Carenang yang masih duduk di bangku salah satu SMP di Kabupaten Serang ini harus pasrah direnggut keperawanannya oleh tujuh pemuda secara bergantian di dalam gubuk pembuatan batu bata. Satu diantara pelaku diduga anak seorang mantan kepala desa di Kecamatan Binuang.

Tragisnya lagi, setelah puas melampiaskan nafsu bejadnya, ke tujuh pemuda tersebut meninggalkan korban begitu saja di sebuah jembatan. Kini korban mengalami trauma mendalam.

Peristiwa terjadi pada Jumat (25/4). Awalnya, AO yang tengah bermain dengan teman-teman sekampungnya dijemput oleh UJ, seorang pemuda putra Kepala Desa di Kecamatan Binuang Kabupaten Serang. UJ merayu AO agar ikut untuk bertemu teman-temannya di kampung tetangga, dengan alasan ada pembahasan persiapan Ujian Nasional (UN) yang beberapa hari lagi akan dihadapi pelajar SLTP.

Tanpa curiga, AO mengikuti ajakan UJ. Bukannya bertemu untuk membahas persiapan UN, UJ justru malah membawa AO ke sebuah tempat yang katanya ada temen-temanya yang sudah menunggu untuk membicarakan soal UN. Tempat yang dimaksud adalah sebuah gubuk tempat pembuatan batu bata. Di tempat itu ternyata sudah menunggu temen-temen UJ. Di sana, AO dipaksa meminum minuman kaleng yang diduga sudah dicampuri minuman keras. AO yang sudah setengah tidak sadarkan diri langsung ditelanjangi dan digagahi secara bergantian sampai Sabtu (26/4) pagi.

Setelah puas mencabuli korban, UJ dan teman-temanya kemudian membawa AO ke sebuah jembatan seorang diri. (bagas/ jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.