Siswa SMK Penerbangan AIR Dibiarkan ‘Liar’

TANGERANG,SNOL—Puluhan siswa SMK Penerbangan Angkasa Insan Raya (AIR) hingga kemarin dibiarkan ‘liar’. Mengingat, mereka belum mendapatkan kejelasan status pasca ditutupnya sekolah tempatnya belajar lantaran dinyatakan ilegal.

BL, orang tua salah satu siswa SMKP AIR sedikit lesu dan tersenyum kecil kepada wartawan Satelit News, setelah keluar dari ruangan Asisten Daerah 1 (Asda 1) Setda Pemkot Tangerang Saeful Rohman. Sebagian orang tua siswa lainnya tampak menunggu di depan pintu di luar ruangan Asda, menanti hasil dari rapat koordinasi.

Sebelumnya, Asda 1 memerintahkan kepada Satpol PP untuk melepaskan segala atribut yang digunakan SMKP AIR, kini giliran nasib siswa yang menjadi perbincangan. Dengan harapan ada pencerahan untuk nasib para siswa yang kini menganggur tidak bersekolah.

Tetapi sungguh disayangkan, hasil koordinasi yang dilakukan Jum’at (2/4) belum juga memberikan angin segar bagi siswa. Pasalnya, Asda 1 masih melakukan koordinasi dengan beberapa sekolah swasta penerbangan lainnya.

Setelah rapat yang dilakukan sejak pukul 10.45 WIB berlangsung hingga pukul 12.00 Wib. Bahkan wartawan pun tak diperkenankan masuk. Rapat tertutup ini hanya dihadiri oleh Asda 1, Dinas Pendidikan, dan orang tua wali murid.

Setelah selesai, orang tua wali siswa tidak banyak bicara. Mereka hanya terdiam dan melanjutkan perjalanan menuju pulang. “Maaf mba, kami tidak bisa banyak bicara. Kami tunggu pemerintah,” ujar salah satu orang tua wali siswa sambil berlalu.

Setelah itu, diiring rombongan pejabat Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dadang Setiawan dan Kepala Seksi SMA, Amarullah. Kepada wartawan, Amarullah pun tidak memberikan komentar. “No comment! “Maaf no comment,” ucapnya.

Sementara, Asda 1 Kota Tangerang Saeful Rohman mengatakan sejauh ini hanya sebatas sekemampuan pemerintah dalam melakukan mediasi antara pihak orang tua siswa dan sekolah. Ada sebagian orang tua siswa dan siswa yang berinisiatif menarik diri dari sekolah.

Sejauh ini, pemerintah hanya menawarkan dan memfasilitasi menyalurkan siswa SMKP AIR ke beberapa sekolah lain di Kota Tangerang. Persoalannya, di Kota Tangerang tidak ada lagi SMK penerbangan swasta. Sekalipun pindah sekolah dilakukan namun hanya boleh kepada sekolah swasta juga. “Kami masih koordinasi ke sekolah-sekolah penerbangan swasta di Curug Kabupaten Tangerang dan Bogor,” kata Saeful.

Jebol desa itu hanya dilakukan jika sekolah yang dituju juga SMK Penerbangan swasta. Semua diserahkan kepada orang tua murid mau atau tidaknya masuk ke sekolah yang kita sarankan nanti. “Kalau ini bukan SMK penerbangan, pasti akan lebih mudah karena banyak yang lain,” ujarnya.

Pemerintah juga berencana melakukan pemanggilan kepada Kepala Sekolah SMKP AIR untuk melaku-kan pertanggungjawaban, karena orang tua siswa sudah mengalami kerugian materi. (mg-14/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.