Warga Jurang Mangu Barat Tolak Pembangunan Cluster

PONDOK AREN,SNOL—Warga di RT 03/04, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tolak rencana pembangunan cluster oleh pengembang PT Rada Laksita. Penolakan atas rencana pembangunan perumahan diatas lahan seluas 3 ribu meter persegi tersebut, disampaikan warga dengan mengajukan surat penolakan langsung ke Pemkot Tangsel.

Warga mengaku tak menyetujui rencana pembangunan proyek, lantaran khawatir akan ada dampak banjir. “Warga sini banyak yang nolak kalau lahan itu mau dibuat perumahan. Kami khawatir kebanjiran,” aku Salim salah seorang warga.

Warga di RW 4 lainnya, mengaku belum menandatangi surat izin lingkungan, sebagai landasan diperbolehkannya ada pembangunan cluster disana. “Khususnya persetujuan dari warga di Jalan Pondok Belimbing, enggak ada kami menandatangani apapun untuk persetujuan,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Azhar Syamun mengakui adanya penolakan atas rencana pembangunan perumahan oleh warga Jurang Mangu Barat tersebut.”Memang terjadi penolakan. Kita lagi investigasi dulu, karena terindikasi penolakan itu dipicu oleh pergantian RW,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Azhar Syamun, yang juga mendapat surat tembusan dari warga, Minggu (4/5).

Azhar menjelaskan, sebenarnya, oleh pengurus RW lama sudah tidak bermasalah, dan sudah sepakat terhadap kompensasinya yang akan diberikan kepada warga, oleh pengembang PT Rada Laksita. Sementara ini, yang melakukan aksi protes, adalah warga yang dilintasi oleh truk kendaraan proyek. Sehingga khawatir dampaknya, seperti jalan rusak, debu, ataupun kebisingan selama proyek berlangsung.

“Makanya, kita meminta kepada pengembang untuk tahan dulu, sampai permasalahan pada warga diselesaikan oleh pihak kelurahan,” ungkapnya.

Azhar juga mengatakan saat ini meski perizinan tengah proses dan pengembang sudah miliki berkas berisi persetujuan tandatangan warga, namun pihaknya juga belum memiliki rekomendasi dari Satpol PP. Jadi, diharuskan rencana pembangunan ditunda terlebih dulu. “Di lapangan juga belum ada kegiatan apapun, makanya jangan ada pembangunan atau pengurukan terlebih dulu,” pungkasnya. (pramita/ hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.