Kakek Bejad Cabuli Gadis 6 Tahun

PANDEGLANG,SN— Berdalih ingin memandikan korbannya, seorang kakek Abah Sapri (69), warga Kampung Citapen Desa Manggung Jaya Kecamatan Bojong, malah nekad mencabuli bocah dibawah umur sebut saja Mawar (6), yang merupakan tetangga pelaku.

Peristiwa pencabulan berawal ketika Abah Sapri yang sudah mengikuti Mawar saat menuju tempat pemandian umum atau sumur pancuran di kampung setempat. Mawar yang hendak mandi dengan telanjang bulat tanpa pakaian, tiba-tiba dirayu si kakek bejad akan diberi uang jajan Rp 1000, jika mau dimandikan olehnya.

Saat memandikan korban, pria yang berprofesi sebagai buruh tani ini kemudian meremas-remas bagian payudara bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) itu. Selain meremas-remas bagian payudaranya, pelaku juga memainkan kemaluan korban dengan jarinya, dan saat itu pula pelaku semakin terangsang dan muncul niat busuknya untuk mencabuli korban.

“Terus pelaku duduk di dinding tempat pemandian, dan memegang pinggang si korban. Dia (pelaku,red) menarik Mawar dan mendudukannya tepat diatas kemaluan pelaku,” kata Ipda Bate’e, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pandeglang, Selasa (6/5), seraya menyatakan, pelaku ditangkap pada Senin (5/5) malam.

Di saat itulah si kakek melancarkan aksi birahi seperti layaknya suami istri hingga kemaluan mawar mengeluarkan darah dan pelaku mengeluarkan sperma. Pelaku melakukan persetubuhan itu sebanyak 3 kali di tempat yang sama. “Akibat perlakuan itu, korban sempat depresi dan shock. Bahkan orang tua korban sempat kalut, meminta pelaku dihukum seberat-beratnya,” tambahnya.

Saat diperiksa penyidik di ruang PPA, pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku membuntuti korban sejak dari rumahnya menuju tempat pemandian umum itu. Setiap hari pada pukul 07.00 WIB korban biasa mandi di lokasi tersebut.

“Dorongan hawa setan, saya melakukan itu sudah 3 kali. Setelah saya setubuhi, dia (Mawar,red) nangis dan pulang ke rumahnya. Saya juga pulang ke rumah,” aku Sapri, dengan nada terbatah-batah dan hanya tertunduk malu di ruang penyidik.

Sambil tersenyum-senyum malu, pelaku juga menyatakan penyesalannya atas apa yang sudah diperbuatnya terhadap korban. Dalam hatinya, kata Sapri, ia merasa kasihan dan tidak tega saat melihat korban menangis setelah disetubuhi. Bahkan pelaku mengaku tetap memberikan uang Rp 1000 sesuai dengan janji sebelumnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku mendekam di sel Mapolres Pandeglang. Dia dijerat pasal 81 dan atau pasal 82 Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3-5 tahun penjara. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.