Predator Anak Beraksi di Neglasari

Bocah 3,6 Tahun Korban Pencabulan Pamannya

TANGERANG,SNOL— Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di Kota Tangerang. Belum tuntas penyelidikan pencabulan terhadap bocah di Kelurahan Panunggangan, Pinang, kini muncul lagi predator anak di Kecamatan Neglasari Kota Tangerang.

Air mata selalu mengaliri wajah NA jika mendengar nama Om Amat disebutkan orang. Bocah berusia 3,6 tahun warga Kecamatan Neglasari Kota Tangerang itu ketakutan karena Om Amat yang juga adik kandung ayahnya justru telah melakukan pencabulan terhadapnya.

Anak kedua dari pasangan Haerudin -Linda itu terus-terusan menangis dan kejang setelah kemaluannya dipegang-pegang oleh pamannya, Amat (17). NA sangat trauma setiap kali men-dengar nama ‘Om Amat’. Sejak kejadian itu, dia mengalami perubahan perilaku yang tadinya periang menjadi penuh rasa takut dan cengeng.

Ibu kandung korban, Linda (27), warga Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang mengatakan tidak menyangka adik iparnya melakukan perbuatan bejat tersebut. Dia menjelaskan, peristiwa itu diketahui ketika puterinya mengeluh kesakitan pada kemaluannya pada Jumat, 18 April 2014 lalu. Keesokan harinya, anaknya terus mengeluh kesakitan sampai tidak bisa membuang air kecil.

“Anak saya selalu menangis, ketika saya tanya, dia selalu menjawab Om Amat (panggilan anak saya kepada pelaku) memegang-megang kemaluannya. Lalu saya bawa ke Puskesmas untuk periksa. Hasil pemeriksaan di puskesmas ternyata ada luka pada kemaluan anak saya. Dokter juga menyuruh untuk divisum,” beber Linda sambil air mengurai matanya, Rabu (7/4). Linda menjelaskan peristiwa jahanam terjadi pada Kamis, 17 April 2014 ketika dia dan suaminya, Khaerudin, sedang tidak ada di rumah. Puterinya ketika itu dititipkan kepada pamannya bernama Amat.

“Waktu kejadian saya sedang keluar rumah. Suami saya awalnya sedang tidur lalu dia bangun dan pergi juga keluar. Anak saya bilang, saat di rumah bersama pamannya, dia dibawa ke kamar dan dipegang-pegang kemaluannya,” imbuhnya. Saat itu, Linda terkejut mendengar pengakuan putrinya. Dia melaporkan persoalan itu ke suaminya. Namun dia tidak mendapat dukungan. Suaminya malah meminta agar tidak diperpanjang dan diselesaikan secara musyawarah.

“Suami saya malah belain pelaku yang sebenarnya adalah adik kandungnya. Dia minta dibicarakan baik-baik. Padahal sudah jelas dari pengakuan anaknya sendiri. Akhirnya saya pergi ke rumah orang tua saya,” jelasnya.

Pada saat itu, sempat terjadi musyawah antar keluarga besar di rumah Ketua RT. Namun, musyawarah antar keluarga besar tersebut tidak membuahkan hasil karena pelaku tidak dihadirkan. Ketua RT di Kelurahan Kedaung Wetan Kecamatan Neglasari, Komak (43) mengatakan, memang benar sempat terjadi musyawah yang berlangsung selama dua jam.

“Musyawarah saat itu tidak menemukan kesepakatan. Pihak korban meminta menghadirkan si pelaku. Tapi pihak keluarga suami tak menghadirkan pelakunya,” katanya. Akhirnya Linda dengan ditemani keluarganya melaporkan pelaku ke Polsek Neglasari pada Selasa (6/5) dan Polsek Neglasari mengarahkan pengaduan ini untuk ke Polres Metro Tangerang.

“Saya harap masalah ini cepat ditangani polisi. Saya tidak bermaksud menuduh, tapi anak saya sendiri yang bilang,” jelasnya. Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Sutarmo membenarkan adanya laporan warga terkait dugaan tindak pidana pencabulan tersebut.

“Setelah menerima laporan tersebut, langsung kami lakukan visum kepada korban di RSUD Tangerang. Hasil visum tersebut bisa diketahui 2-3 hari kemudian. Kami juga sudah mendata saksi-saksi yang akan diminta keterangannya. Nantinya dari keterangan saksi dan hasil visum, barulah kami lakukan proses pemanggilan terlapor yang diduga pelaku,” katanya. (mg17/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.