Rano Cabut Tiga Sekda Usulan Atut

SERANG,SNOL—Baru sehari menjadi Plt Gubernur Banten secara de facto, Rano Karno sudah mulai menunjukkan tajinya. Dia segera mencabut usulan tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) yang disampaikan Ratu Atut Chosiyah ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 24 April lalu.

“Akan dicabut dan kita akan lakukan proses pergantian jabatan Sekda Banten dengan cara lelang terbuka sesuai dengan UU ASN (Aparatur Sipil Negara),” kata Rano sebelum membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kesehatan Daerah (Kesda) di Hotel Ratu Bidakara, Rabu (7/8). Ia menjelaskan, pencabutan usulan tiga nama Sekda Banten pengganti Muhadi itu dilakukan menyusul proses lelang jabatan yang sudah digagasnya beberapa waktu lalu.

“Sekarang sudah ada sekitar tujuh yang mendaftar. Nama-nama itu sudah ada di tas saya,” ujarnya. Namun Rano tidak merinci satu persatu nama pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Banten yang telah mendaftar itu. “Yang jelas bukan orang-orang yang didaftarkan oleh Komisi I DPRD Banten, termasuk Pak Yanuar,” ujarnya. Rano juga berjani akan melakukan mutasi jabatan di lingkungan Pemprov Banten setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten secara de jure dari presiden melalui Mendagri. “Mutasi jabatan di Pemprov Banten sangat dibutuhkan segera. Sebab kita harus mengisi kekosongan pejabat di dua SKPD yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans),” ungkapnya.

Ketika ditanya soal wakil gubernur yang akan mendampinginya jika ditetapkan sebagai gubernur definitif, Rano mengaku belum mempunyai sosok yang sesuai. Pemeran Si Doel itu mangaku belum berfikir atau menunjuk seseorang untuk bersinergi dengannya di pemerintahan sebagai wakilnya kelak. “Itu mah urusan politis, nanti saja, masih lama ikuti prosesnya,” kata Rano.

Dia menambahkan, pengisian posisi Wakil Gubernur Banten akan mengikuti aturan sesuai dengan perundang-undangan. “Berdasarkan aturan, kalau nanti gubernur definitif dan masih ada sisa jabatan 1 tahun delapan bulan, maka harus ada wakil gubernurnya,” ujar Rano.

Wakil Ketua DPRD Banten, Eli Mulyadi memberikan apresiasi langkah Rano Karno yang tetap melakukan lelang jabatan sekda menggantikan Muhadi. Bahkan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Baperjakat.

“Kami baru saja melakukan konsultasi dengan Biro Kepegawaian Kemendagri terkait dengan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Dan nanti kita akan melakukan konsultasi ke KemenPAN-RB meminta penjelaskan PermenPAN Nomor 13 tahun 2014 tentang Lelang Jabatan Pimpinan di Instans Daerah. Dan untuk Rakor dengan Baperjakat Banten, Komisi I DPRD Banten telah mengagendakan pada 13 Mei mendatang, hasilnya akan diserahkan ke pimpinan dewan untuk ditindaklanjuti ke Pemprov Banten dan Kemendagri,” ungkapnya. (rus/igo/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.