Tak Diobati Maksimal, Bayi Tanpa Nama Tewas

SERANG,SNOL—Belum juga sempat diberi nama, bayi merah putra pasangan Iis Nawati dan Ahmad Asasudin, warga Kampung Bolelet Desa Malabar Kecamatan Bandung Kabupaten Serang harus meninggal dunia, Rabu (7/5). Bayi yang dilahirkan Selasa (6/5) siang di Puskesmas Pamarayan menghembuskan nafas terakhirnya setelah menderita gastrosisis atau kelainan bawaan yang menyebabkan ususnya terburai keluar.

“Bayi itu lahir jam setengah dua siang kemarin (6/5) dengan normal. Perutnya tidak terbentuk dengan sempurna, jadi ususnya keluar,” kata dr. Dadang Acep, dokter jaga Puskesmas Pamarayan, Kabupaten Serang, Rabu (7/5). Ia menjelaskan, sesaat setelah dilahirkan, bayi langsung dirujuk ke RSUD Serang. Karena alasan ruangan penuh, RSUD Serang kemudian merujuknya ke RSU Banten.

“Datang, diperiksa, dan dianalisa, pihak RSUD Banten menyarankan dibawa ke Cipto. Tapi pihak RSUD tidak memberi alasannya,” kata sang dokter menjelaskan. Pihak keluarga tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan tetapi sudah disarankan pihak Puskesmas agar segera diurus.

“Kami sudah minta keluarga untuk mengurus sambil kami obatin anaknya,” kata Dadang. Gara-gara tidak mendapatkan pelayanan dari RSUD Serang dan RSU Banten, keluarga mem bawa anaknya kembali ke rumah.

“Pihak keluarga bingung, jadi dibawa pulang lagi saja. Dari pada pulang ke rumah, kami sarankan dibawa ke puskesmas lagi walaupun pengobatannya ala kadarnya,” kata Dadang. Karena pelayanan yang tidak maksimal, bayi tersebut akhirnya meninggal dunia kemarin pagi pukul 05.00 wib (07/05) di Puskesmas Pamarayan, Kabupaten Serang.

Usman, salah satu keluarga dari bayi tersebut mengatakan kekecewaannya terhadap RSUD Serang dan RSU Banten. Dia dan keluarganya merasa dipermainkan oleh keuda rumah sakit tersebut ketika berusaha mendapatkan pertolongan medis kepada bayi malang itu.

“Kami dibuat seperti bola pingpong. Mondar-mandir di RSUD Serang dan RSU Banten hingga empat kali dengan alasan rumah sakit tidak ada dokter dan ruangan. Setelah itu, jawaban dari rumah sakit hanya merujuk ke RSCM Jakarta,” tutur Usman. Bayi malang itu akhirnya dimakamkan dekat rumah duka. (mg11/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.