WH Bersaksi di Sidang Marju Kodri

SERANG,SNOL— Mantan Walikota Tangerang Wahidin Halim muncul lagi. Kemarin (7/5), Wahidin dimintai keterangan sebagai saksi dalam persidangan kasus korupsi bantuan sponsorsip yang menjerat mantan Direktur Utama PDAM Tirta Benteng, Ahmad Marju Kodri dan Sahril, Sekretaris Pengcab PSSI Kota Tangerang.

Dalam kesaksiannya, Wahidin mengaku tidak mengetahui adanya transaksi maupun pemberian bantuan sponsorship PDAM Tirta Benteng yang waktu itu dipimpin oleh Ahmad Marju Kodri kepada Pengcab PSSI Kota Tangerang sebesar Rp 500 juta pada Februari 2012 lalu. Pada saat pemberian bantuan dana, Marju Kodri juga tercatat sebagai Ketua Pengcab PSSI Kota Tangerang.

“Saya benar-benar tidak mengetahui kalau Pak Ahmad Marju memberikan sponshorship kepada Pengcab PSSI Kota Tangerang. Saya baru tahu pada saat ada temuan BPK,”kata WH, akronim Wahidin Halim di persidangan yang dipimpin Hakim Cipta Sinuraya tersebut. WH juga menyayangkan adanya bantuan pemerintah tersebut. Apalagi pemberian dana dilakukan tanpa pemberitahuan terhadap pimpinannya. Meski mengakui mendambakan tim sepakbola terbaik di Kota Tangerang, namun pemerintah tidak boleh memberikan bantuan dana kepada tim sepakbola.

“Saya sebenarnya senang jika ada tim sepakbola yang bagus, tapi tidak juga mengorbankan APBD sebagai tumbalnya,” ujar Wahidin dalam persidangan yang juga menghadirkan Bendahara PSSI Kota Tangerang Nurhadi dan Plt Dirut PDAM Tirta Benteng, Toni Wismantoro tersebut. WH mengatakan, sebagai walikota, dia sebenarnya tidak punya garis struktur secara langsung dengan PDAM Tirta Benteng. Direktur Utama PDAM Tirta Benteng dipilih oleh tim seleksi. Mekanisme itu juga berlaku saat pemilihan Ahmad Marju Kodri sebagai Dirut PDAM-TB. Pemilihan Dirut PDAM-TB dilakukan oleh tim seleksi dengan melakukan fit & Proper Test. Dirinya hanya mengesahkan dan mengangkat saja.

“Kan pengangkatan pak Ahmad Marju ini melalui seleksi bukan dari BKD atau Baperjakat. Jadi yang menyeleksi ada dari tim PDAM-Tb sendiri,” jelas WH. Seperti diketahui, jaksa penuntut umum mendakwa Ahmad Marju Kodri dan Sahril, dengan Pasal 3 dan 8 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun dan denda Rp50 juta. Ahmad Marju Kodri diduga telah memberikan bantuan anggaran sebesar Rp500 juta kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Persatuan Sepak Bola Indonesia Kota Tangerang (Persikota) tanpa sepengetahuan Wahidin Halim yang saat itu menjabat Walikota Tangerang. (bagas/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.